Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pebisnis Housewares Bentuk IHA, Upaya Melawan Serangan Produk Impor Murah

Kompas.com, 3 Oktober 2025, 21:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri perlengkapan rumah tangga Nasional tengah menghadapi badai persaingan produk impor berharga murah yang membanjiri pasar.

Alih-alih menyerah, para pelaku usaha kini bersatu dalam sebuah kekuatan rumah baru bernama Indonesia Housewares Association (IHA).

Baca juga: Cara Jitu Dari Menteri Teten untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Dibentuk sebagai motor penggerak industri, IHA mengusung visi besar untuk menjadikan produk perlengkapan rumah tangga Indonesia sebagai pemain global.

Di bawah kepemimpinan Sjamsoe Fadjar, Komisaris Utama Homeco Living, asosiasi ini berjanji untuk tidak memilih antara industrialisasi besar-besaran atau pemberdayaan UMKM, melainkan mengambil jalan tengah sinergis.

Membangun Integritas Pasar

IHA hadir sebagai payung resmi yang menaungi seluruh spektrum pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga UMKM.

Tujuannya untuk membangun ekosistem industri yang sehat dan berdaya saing tinggi. Dalam forum Indonesia Housewares Leadership Summit (IHLS) 2025, Fadjar menegaskan bahwa IHA dibentuk untuk menjawab tantangan dan mewujudkan visi-misi krusial.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Impor, Pemerintah Wajib Lakukan 3 Hal Ini

Di antaranya menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antar pelaku usaha, mengadakan seminar, pelatihan, dan pameran internasional, meningkatkan daya saing industri nasional, menyusun standar mutu produk bersama anggota.

Selain itu, IHA juga akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional dengan mengadvokasi kebijakan kepada pemerintah.

Fadjar menuturkan, IHA tidak hanya berfungsi sebagai wadah edukasi dan jejaring bisnis, tetapi juga sebagai penghubung vital menuju pasar global dan alat advokasi untuk memperjuangkan kebijakan yang kondusif bagi sektor ini.

Strategi Jalan Tengah

Tantangan terbesar yang dihadapi industri houseware nasional adalah tekanan produk impor yang menyebabkan produsen lokal terpaksa gulung tikar.

Menanggapi dilema ini, Fadjar menawarkan solusi strategis yakni mengambil jalan tengah dengan mendorong efisiensi dan modernisasi industri besar, namun pada saat yang sama mendukung UMKM rumah tangga agar lebih berdaya saing.

Baca juga: Bukan Furnitur, Ternyata Awalnya IKEA Jualan Pulpen Impor

"Keduanya adalah pilar penting yang saling melengkapi,” ucap Fadjar kepada Kompas.com, Jumat (3/10/2025).

Strategi ini menempatkan IHA sebagai fasilitator yang menjembatani kesenjangan. Perusahaan besar didorong untuk berinvestasi dan menjadi efisien, sementara UMKM didukung untuk naik kelas melalui standar kualitas yang lebih tinggi.

Ruang Belajar Pameran Internasional

Salah satu fokus utama IHA dalam mendorong kinerja industri adalah melalui penyelenggaraan pameran berskala internasional.

Pameran ini dianggap sebagai platform promosi terintegrasi yang jauh lebih dari sekadar ajang transaksi.

Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron Imbau Pemerintah Stop Baja Impor

Bagi UMKM, pameran internasional adalah ruang pembelajaran revolusioner untuk menjadi tolok ukur UMKM dapat melihat langsung produk berkualitas tinggi dari pemain global sebagai acuan.

Selain itu, juga bisa menjadi peluang emas untuk mempelajari inovasi desain dan kemasan (packaging) agar produk lokal terlihat lebih modern dan menarik.

"UMKM juga dapat membangun jejaring internasional dengan buyer, distributor, dan retailer dunia. Pameran bukan hanya tempat jual-beli, tapi ruang untuk belajar, berinovasi, dan terhubung," tutur Fadjar.

Melalui sinergi antara raksasa industri, UMKM, dan dukungan regulasi pemerintah yang tepat, IHA optimistis dapat meningkatkan ekspor, terutama ke negara-negara Asia dan Timur Tengah, sekaligus menjaga keseimbangan pasar domestik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau