Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Industri perlengkapan rumah tangga Nasional tengah menghadapi badai persaingan produk impor berharga murah yang membanjiri pasar.
Alih-alih menyerah, para pelaku usaha kini bersatu dalam sebuah kekuatan rumah baru bernama Indonesia Housewares Association (IHA).
Baca juga: Cara Jitu Dari Menteri Teten untuk Kurangi Ketergantungan Impor
Dibentuk sebagai motor penggerak industri, IHA mengusung visi besar untuk menjadikan produk perlengkapan rumah tangga Indonesia sebagai pemain global.
Di bawah kepemimpinan Sjamsoe Fadjar, Komisaris Utama Homeco Living, asosiasi ini berjanji untuk tidak memilih antara industrialisasi besar-besaran atau pemberdayaan UMKM, melainkan mengambil jalan tengah sinergis.
IHA hadir sebagai payung resmi yang menaungi seluruh spektrum pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga UMKM.
Tujuannya untuk membangun ekosistem industri yang sehat dan berdaya saing tinggi. Dalam forum Indonesia Housewares Leadership Summit (IHLS) 2025, Fadjar menegaskan bahwa IHA dibentuk untuk menjawab tantangan dan mewujudkan visi-misi krusial.
Baca juga: Kurangi Ketergantungan Impor, Pemerintah Wajib Lakukan 3 Hal Ini
Di antaranya menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi antar pelaku usaha, mengadakan seminar, pelatihan, dan pameran internasional, meningkatkan daya saing industri nasional, menyusun standar mutu produk bersama anggota.
Selain itu, IHA juga akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional dengan mengadvokasi kebijakan kepada pemerintah.
Fadjar menuturkan, IHA tidak hanya berfungsi sebagai wadah edukasi dan jejaring bisnis, tetapi juga sebagai penghubung vital menuju pasar global dan alat advokasi untuk memperjuangkan kebijakan yang kondusif bagi sektor ini.
Tantangan terbesar yang dihadapi industri houseware nasional adalah tekanan produk impor yang menyebabkan produsen lokal terpaksa gulung tikar.
Menanggapi dilema ini, Fadjar menawarkan solusi strategis yakni mengambil jalan tengah dengan mendorong efisiensi dan modernisasi industri besar, namun pada saat yang sama mendukung UMKM rumah tangga agar lebih berdaya saing.
Baca juga: Bukan Furnitur, Ternyata Awalnya IKEA Jualan Pulpen Impor
"Keduanya adalah pilar penting yang saling melengkapi,” ucap Fadjar kepada Kompas.com, Jumat (3/10/2025).
Strategi ini menempatkan IHA sebagai fasilitator yang menjembatani kesenjangan. Perusahaan besar didorong untuk berinvestasi dan menjadi efisien, sementara UMKM didukung untuk naik kelas melalui standar kualitas yang lebih tinggi.
Salah satu fokus utama IHA dalam mendorong kinerja industri adalah melalui penyelenggaraan pameran berskala internasional.
Pameran ini dianggap sebagai platform promosi terintegrasi yang jauh lebih dari sekadar ajang transaksi.
Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron Imbau Pemerintah Stop Baja Impor
Bagi UMKM, pameran internasional adalah ruang pembelajaran revolusioner untuk menjadi tolok ukur UMKM dapat melihat langsung produk berkualitas tinggi dari pemain global sebagai acuan.
Selain itu, juga bisa menjadi peluang emas untuk mempelajari inovasi desain dan kemasan (packaging) agar produk lokal terlihat lebih modern dan menarik.
"UMKM juga dapat membangun jejaring internasional dengan buyer, distributor, dan retailer dunia. Pameran bukan hanya tempat jual-beli, tapi ruang untuk belajar, berinovasi, dan terhubung," tutur Fadjar.
Melalui sinergi antara raksasa industri, UMKM, dan dukungan regulasi pemerintah yang tepat, IHA optimistis dapat meningkatkan ekspor, terutama ke negara-negara Asia dan Timur Tengah, sekaligus menjaga keseimbangan pasar domestik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang