Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jual Lahan 8 Hektar di Bali, Agung Podomoro Pangkas Utang Rp 4,5 Triliun

Kompas.com, 13 Desember 2025, 23:36 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri properti nasional kembali menunjukkan dinamika penyehatan finansial yang strategis.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melanjutkan strategi efisiensi dan penguatan fundamental dengan melakukan divestasi aset non-produktif di Bali.

Pada 11 Desember 2025, APLN menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan saham Perseroan dan entitas anak PT Kencana Unggul Sukses (KUS) di PT Karya Pratama Propertindo kepada PT Puri Dibya Property dan PT Hartons Property Development.

Baca juga: Agung Podomoro Gaet Investor Jepang, Rilis 2 Klaster Premium di Tenjo

Meskipun melibatkan lahan sekitar 8 hektar, langkah ini diklaim bukan merupakan transaksi material maupun afiliasi, melainkan murni bagian dari upaya manajemen menjaga kesehatan neraca keuangan.

Keputusan menjual lahan kosong yang semula disiapkan untuk rencana pengembangan di Bali ini dilandasi oleh kebutuhan strategis perusahaan untuk meningkatkan likuiditas dan memangkas kewajiban.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa transaksi ini sangat strategis karena meningkatkan dana kas perusahaan.

Bagi APLN, divestasi aset telah menjadi model bisnis yang teruji sejak tahun 2017.

Baca juga: Penjualan dan Pendapatan Usaha Agung Podomoro Land Naik 19,2 Persen

"Aset yang kami divestasi berhasil meningkatkan nilai perusahaan, mendorong percepatan proyek properti baru dan berhasil memangkas utang perusahaan. Kami bersyukur strategi ini dapat dijalankan dengan sangat baik oleh manajemen APLN," ungkap Justini, dikutip Kompas.com, Sabtu (13/12/2025).

Utang Berbunga Turun Drastis

Efektivitas strategi divestasi APLN tercermin jelas dalam konsolidasi kewajiban perusahaan. Sejak tahun 2021, APLN secara konsisten berhasil menurunkan total pinjaman berbunga (interest-bearing debt) mereka secara signifikan.

Total pinjaman berbunga perusahaan telah menurun dari Rp 10 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 5,5 triliun per September 2025.

Baca juga: Agung Podomoro Jual Vimalla Hills buat Bayar Utang dan Ekspansi Bisnis

Ini berarti APLN berhasil memangkas utang hingga sekitar Rp 4,5 triliun dalam kurun waktu empat tahun.

Divestasi aset strategis bernilai tinggi menjadi salah satu sumber utama pelunasan utang, memungkinkan perusahaan memiliki fundamental yang lebih solid dan siap menangkap peluang pertumbuhan baru di sektor properti.

Fokus Proyek Bernilai Tinggi dan Kebutuhan Nasional

Dengan menyehatkan neraca keuangannya, APLN kini memfokuskan sumber daya dan modalnya pada pengembangan proyek-proyek properti bernilai tinggi (high-value projects) yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

Fokus ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan rumah nasional dan menggerakkan ekonomi daerah.

Baca juga: Agung Podomoro Kantongi Marketing Sales Rp 796,3 Miliar

Proyek-proyek unggulan yang sedang dikembangkan APLN meliputi:

  • Jawa Barat: Podomoro Park Bandung dan Parkland Podomoro Karawang.
  • Jabodetabek: Bukit Podomoro Jakarta dan Podomoro Golf View Cimanggis.
  • Luar Jawa: Podomoro City Deli Medan dan Borneo Bay Residence Balikpapan.

"Pembangunan proyek properti ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan rumah nasional dan mendorong bergeraknya ekonomi daerah," tutup Justini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau