Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Industri properti nasional kembali menunjukkan dinamika penyehatan finansial yang strategis.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melanjutkan strategi efisiensi dan penguatan fundamental dengan melakukan divestasi aset non-produktif di Bali.
Pada 11 Desember 2025, APLN menyelesaikan penjualan seluruh kepemilikan saham Perseroan dan entitas anak PT Kencana Unggul Sukses (KUS) di PT Karya Pratama Propertindo kepada PT Puri Dibya Property dan PT Hartons Property Development.
Baca juga: Agung Podomoro Gaet Investor Jepang, Rilis 2 Klaster Premium di Tenjo
Meskipun melibatkan lahan sekitar 8 hektar, langkah ini diklaim bukan merupakan transaksi material maupun afiliasi, melainkan murni bagian dari upaya manajemen menjaga kesehatan neraca keuangan.
Keputusan menjual lahan kosong yang semula disiapkan untuk rencana pengembangan di Bali ini dilandasi oleh kebutuhan strategis perusahaan untuk meningkatkan likuiditas dan memangkas kewajiban.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa transaksi ini sangat strategis karena meningkatkan dana kas perusahaan.
Bagi APLN, divestasi aset telah menjadi model bisnis yang teruji sejak tahun 2017.
Baca juga: Penjualan dan Pendapatan Usaha Agung Podomoro Land Naik 19,2 Persen
"Aset yang kami divestasi berhasil meningkatkan nilai perusahaan, mendorong percepatan proyek properti baru dan berhasil memangkas utang perusahaan. Kami bersyukur strategi ini dapat dijalankan dengan sangat baik oleh manajemen APLN," ungkap Justini, dikutip Kompas.com, Sabtu (13/12/2025).
Efektivitas strategi divestasi APLN tercermin jelas dalam konsolidasi kewajiban perusahaan. Sejak tahun 2021, APLN secara konsisten berhasil menurunkan total pinjaman berbunga (interest-bearing debt) mereka secara signifikan.
Total pinjaman berbunga perusahaan telah menurun dari Rp 10 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 5,5 triliun per September 2025.
Baca juga: Agung Podomoro Jual Vimalla Hills buat Bayar Utang dan Ekspansi Bisnis
Ini berarti APLN berhasil memangkas utang hingga sekitar Rp 4,5 triliun dalam kurun waktu empat tahun.
Divestasi aset strategis bernilai tinggi menjadi salah satu sumber utama pelunasan utang, memungkinkan perusahaan memiliki fundamental yang lebih solid dan siap menangkap peluang pertumbuhan baru di sektor properti.
Dengan menyehatkan neraca keuangannya, APLN kini memfokuskan sumber daya dan modalnya pada pengembangan proyek-proyek properti bernilai tinggi (high-value projects) yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
Fokus ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan rumah nasional dan menggerakkan ekonomi daerah.
Baca juga: Agung Podomoro Kantongi Marketing Sales Rp 796,3 Miliar
Proyek-proyek unggulan yang sedang dikembangkan APLN meliputi:
"Pembangunan proyek properti ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan rumah nasional dan mendorong bergeraknya ekonomi daerah," tutup Justini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang