Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapa Raja Kontraktor Indonesia? BUMN Menang Nama, Swasta Raup Laba

Kompas.com, 19 Februari 2026, 18:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com – Konstelasi industri konstruksi Indonesia pada tahun 2026 menampilkan dinamika yang menarik.

Di satu sisi, raksasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih memegang kendali atas proyek-proyek infrastruktur strategis nasional (PSN), namun di sisi lain, kontraktor swasta mulai menunjukkan taringnya melalui efisiensi operasional dan diversifikasi pasar di sektor industri serta properti kelas atas.

Baca juga: Top 10 Kontraktor Terbesar, Para Naga China Kuasai Dunia

Tahun 2026 menjadi tahun pembuktian bagi mereka. Setelah melewati fase restrukturisasi utang dan transformasi digital pascapandemi, angka-angka pada laporan keuangan berbicara lebih lugas mengenai siapa yang paling tangguh dalam menjaga margin di tengah fluktuasi harga material global.

Dominasi "The Big Four" BUMN

Dalam catatan Kompas.com, secara volume proyek dan pendapatan, kuartet BUMN Karya masih sulit tergoyahkan.

Kehadiran proyek-proyek infrastruktur konektivitas, infrastruktur energi, infrastruktur air, infrastruktur pangan, Ibu Kota Nusantara (IKN), hilirisasi, dan kelanjutan Tol Trans-Sumatera menjadi motor utama penggerak revenue mereka.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

WIKA mencatatkan performa impresif dengan fokus pada proyek infrastruktur energi dan bangunan monumental.

Baca juga: Begini Profil Kontraktor Proyek Tertinggi Se-Jagat Raya Jeddah Tower

Tahun ini, WIKA diprediksi mengantongi pendapatan di kisaran Rp 25,5 triliun dengan laba bersih yang mulai stabil di angka Rp 450 Miliar.

Strategi WIKA yang selektif dalam memilih proyek dengan skema pembayaran bulanan terbukti memperkuat arus kas mereka.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)

Pasca-restrukturisasi besar-besaran, Waskita kembali ke jalur pertumbuhan dengan fokus sebagai spesialis kontraktor jalan tol.

Pendapatan diproyeksikan menyentuh Rp 18,2 triliun. Meskipun laba bersih masih di angka Rp 120 Miliar, keberhasilan mereka menurunkan beban bunga menjadi sinyal positif bagi investor.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)

Raja transportasi massal ini memanen hasil dari proyek LRT dan perkeretaapian nasional. ADHI mencatatkan pendapatan sekitar Rp 16,8 triliun dengan laba bersih yang cukup solid di angka Rp 210 Miliar, didorong oleh porsi proyek pemerintah yang memiliki profil risiko lebih rendah.

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP)

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau