Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com – Raksasa properti Sinarmas Land, melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) resmi mematok target prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp 10 triliun untuk tahun buku 2026.
Angka yang terlihat linier dengan pencapaian tahun sebelumnya ini mencerminkan sikap konservatif manajemen di tengah optimisme pasar properti yang didukung insentif fiskal.
Direktur Keuangan BSDE, Hermawan Wijaya, menegaskan, target tersebut ditetapkan dengan mengalkulasi fundamental permintaan yang tetap tangguh, terutama di proyek township yang telah menjadi tulang punggung perusahaan selama lebih dari tiga dekade.
Baca juga: Sinarmas Land Siapkan 1.400 Rumah untuk Program PPN DTP 2026
Dominasi BSD City dalam portofolio BSDE tetap absolut. Kawasan mandiri seluas hampir 6.000 hektar ini diproyeksikan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap keseluruhan target prapenjualan 2026.
Dari total Rp 10 triliun, segmen residensial memegang porsi terbesar yakni Rp 5 triliun (50 persen), disusul komersial Rp 3,5 triliun (35 persen), dan kemitraan strategis (joint venture) sebesar Rp 1,5 triliun (15 persen).
“Secara areal, BSD City masih memberikan dukungan terbesar. Lokasi lain yang menjadi kontributor signifikan adalah kawasan Cibubur melalui Kota Wisata, Grand Wisata di Bekasi, serta Balikpapan dan Rancamaya,” ujar Hermawan, menjawab Kompas.com, Rabu (25/2/2026).
Baca juga: Royal Key 2026, Cara Sinarmas Land Manfaatkan Stabilitas Ekonomi
Hermawan memerinci, BSD City sebagai proyek unggulan dari BSDE ditargetkan menyumbang prapenjualan sebesar Rp 1,6 triliun (16 persen dari total target prapenjualan segmen residensial).
Disusul Nava Park dan Grand Wisata masing-masing berkontribusi sebesar Rp 1 trilliun atau setara 10 persen dan Rp 700 miliar atau setara 7 persen dari total target prapenjualan segmen residensial.
Dengan proyeksi ini, BSD City tetap menjadi kontributor terbesar dibandingkan proyek residensial lainnya yang dikembangkan oleh BSDE.
Kawasan komersial BSD City diproyeksikan berkontribusi sebesar Rp 1,80 triliun atau setara 18 persen dari target prapenjualan segmen komersial 2026.
Proyek lain yang diproyeksikan akan berkontribusi pada segmen komersial antara lain gabungan kawasan komersial di berbagai township di luar BSD City, serta Apartemen Southgate masing-masing diproyeksikan akan berkontribusi sebesar Rp 950 miliar atau setara 10 persen dan Rp 200 miliar atau ekuivalen 2 persen dari total target prapenjualan segmen komersial 2026.
Baca juga: Polemik Jalan Berlubang, Sinarmas Land Tegaskan Sudah Diserahkan ke Pemkot Tangsel
BSDE juga aktif menjalin kemitraan strategis melalui skema joint venture (JV). Sejumlah proyek yang telah berjalan antara lain Nava Park, Hiera dan The Zora.
Hermawan menambahkan BSDE terus mengembangkan BSD City sebagai kawasan perkotaan mandiri bernilai tinggi dengan menghadirkan produk residensial dan komersial berkualitas, serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra untuk meningkatkan daya tarik BSD City sebagai kota mandiri yang hijau dan modern.
Lebih dari itu, nilai jual kawasan BSD City, sangat bergantung pada penyelesaian proyek infrastruktur strategis nasional.
Proyek Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Fase 2 dan 3, misalnya, kini menjadi fokus perhatian.