Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kucurkan Rp 400 Miliar untuk Harris Hotel, SMRA Pertegas Dominasi Summarecon Serpong

Kompas.com, 14 Maret 2026, 10:09 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga dekade lalu, persepsi publik tentang Serpong hanyalah kawasan marjinal dengan kantong-kantong pemukiman yang terfragmentasi.

Kini, Serpong telah bertransformasi menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi Jabodetabek.

Salah satu tonggak mutakhir yang mempertegas transformasi ini adalah peresmian Harris Hotel & Convention Serpong oleh PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) pada Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Okupansi Whiz Hotel Malioboro Naik hingga 20 Persen Jelang Lebaran

Kehadiran unit hotel kelima dalam portofolio pengembang dengan kapitalisasi Rp 5,58 triliun ini tak hanya menambah inventori kamar hotel berbintang di Tangerang Raya.

Dengan nilai investasi mencapai Rp 400 miliar, proyek ini merupakan kalkulasi strategis untuk memperkuat struktur recurring income perusahaan dan memantapkan posisi kawasan sebagai regional hub.

Simpul Ekonomi Mandiri

Regional Hub sendiri diartikan sebagai kemampuan sebuah kawasan untuk menyerap arus kapital dan manusia secara mandiri tanpa dependensi penuh pada Jakarta.

President Director SMRA, Adrianto P. Adhi, pun menegaskan bahwa hotel ini adalah instrumen infrastruktur yang vital.

"Kehadiran Harris Hotel & Convention Serpong memperkuat posisi Summarecon Serpong sebagai pusat aktivitas ekonomi, bisnis, dan pertemuan yang melayani kawasan Serpong dan sekitarnya," ujar Adrianto.

Baca juga: Perbaiki Rasio Keuangan, WIKA Lepas Saham di Hotel Indonesia Group

Saat sektor properti tengah mengalami volatilitas tinggi, SMRA secara agresif memperkuat pendapatan berulang (recurring income).

Dengan hadirnya Harris Hotel & Convention Serpong, diharapkan, bisnis hotel akan memberikan kontribusi sebesar 23 persen terhadap total keseluruhan recurring income SMRA.

Strategi ini berfungsi sebagai bantalan finansial yang menjaga stabilitas arus kas. Hotel dan mal menjadi jangkar yang memastikan perputaran uang tetap berada dalam sirkulasi internal ekosistem kota.

Itulah mengapa pengembang ini mengimplementasikan konsep lifestyle ecosystem experience, sekaligus pembeda dengan hotel lain di kawasan yang sama.

Melalui integrasi fisik dengan Summarecon Mall Serpong (SMS), pengembang menciptakan konektivitas tanpa jeda.

Sebagaimana dijelaskan oleh Director SMRA., Soegianto Nagaria yang mengatakan, bahwa  konsep seamless connectivity ini memungkinkan aktivitas retail, gaya hidup, hingga jeda sejenak (staycation) dilakukan di satu tempat tanpa harus berpindah.

Baca juga: Menurut Permen, Ini Bedanya Hotel Bintang 1, 2, 3, 4, dan 5

"Ini juga sesuai dengan karakter jenama Harris. Itulah mengapa kami memilih Harris dari sekian banyak jenama The Ascott Limited, karena mereknya yang dinamis, energik, dan sesuai dengan profil demografis Serpong yang didominasi keluarga muda dan profesional aktif," imbuh Sugianto.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau