Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wisatawan Lokal Dorong Kenaikan Okupansi Hotel di Indonesia

Kompas.com, 19 Maret 2026, 14:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan wisatawan lokal terhadap hotel di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang akhir tahun lalu.

Hal ini menandai pemulihan perjalanan domestik yang semakin kuat, seiring perubahan pola pemesanan dan perilaku wisatawan. 

Baca juga: Tren Booking Mendadak Buka Peluang Baru bagi Whiz Prime Hotel Malang

Data terbaru dari SiteMinder mengungkapkan, pangsa tamu domestik yang melakukan check-in di hotel Indonesia mencapai 48 persen pada 2025. 

Angka ini naik 5,6 poin persentase dibanding tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi kedua secara global setelah Kanada.

Sebaliknya, pangsa tamu internasional turun menjadi 52 persen dari sebelumnya 57 persen pada 2024 sehingga komposisi permintaan domestik dan internasional kini hampir seimbang.

Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan perjalanan domestik di Indonesia yang mencapai 19 persen secara tahunan.

Selain itu, tingkat pembatalan pemesanan hotel tercatat sebesar 11,38 persen, menjadi yang terendah di dunia.

Durasi pemesanan juga semakin pendek. Waktu pemesanan hotel turun 7 persen menjadi rata-rata 19 hari, jauh di bawah rata-rata global 32 hari. 

Baca juga: 786.000 Kendaraan Diprediksi Masuk Bandung via Tol Cipularang Saat Mudik 

Ilustrasi hotel di dekat Simpang Lima Semarang.PEXELS/ Travelling Tourist Ilustrasi hotel di dekat Simpang Lima Semarang.
Sementara itu, sebanyak 80 persen pemesanan hotel dilakukan untuk menginap semalam, lebih tinggi daripada rata-rata global 74 persen.

Di sisi lain, tarif kamar hotel rata-rata mengalami penurunan sebesar 9,38 persen secara tahunan menjadi Rp1.884.476.

Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan menurunnya jumlah pembatalan, pemesanan yang dilakukan semakin dekat dengan tanggal menginap, serta durasi tinggal lebih singkat mencerminkan semangat wisatawan lokal untuk menjelajahi negeri sendiri.

"Bagi hotel, hal ini membuka peluang baru. Peningkatan permintaan untuk perjalanan domestik memungkinkan penerapan harga berdasarkan kebutuhan dan kreativitas yang lebih besar terhadap penawaran lokal," kata Fifin dikutip dari keterangan resmi, Kamis (19/03/2026).

Hal ini mendorong pelaku industri hotel untuk memanfaatkan pengetahuan mendalam tentang apa yang disukai dan dibutuhkan wisatawan lokal untuk mempromosikan fasilitas hotel yang unik sekaligus merancang berbagai penawaran menarik. 

Baca juga: Antisipasi Macet, Dua Ruas Tol Jadi Buffer Zone Mudik Lebaran 

Selain itu, tidak hanya memaksimalkan pemasukan per tamu, tetapi juga memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan.

"Wisatawan domestik merupakan kekuatan signifikan dan hotel sebaiknya memanfaatkan pertumbuhan mereka, sama seperti yang mereka lakukan untuk tamu internasional yang terus mendominasi pangsa permintaan secara keseluruhan," lanjutnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau