JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan wisatawan lokal terhadap hotel di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang akhir tahun lalu.
Hal ini menandai pemulihan perjalanan domestik yang semakin kuat, seiring perubahan pola pemesanan dan perilaku wisatawan.
Baca juga: Tren Booking Mendadak Buka Peluang Baru bagi Whiz Prime Hotel Malang
Data terbaru dari SiteMinder mengungkapkan, pangsa tamu domestik yang melakukan check-in di hotel Indonesia mencapai 48 persen pada 2025.
Angka ini naik 5,6 poin persentase dibanding tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi kedua secara global setelah Kanada.
Sebaliknya, pangsa tamu internasional turun menjadi 52 persen dari sebelumnya 57 persen pada 2024 sehingga komposisi permintaan domestik dan internasional kini hampir seimbang.
Peningkatan ini sejalan dengan kenaikan perjalanan domestik di Indonesia yang mencapai 19 persen secara tahunan.
Selain itu, tingkat pembatalan pemesanan hotel tercatat sebesar 11,38 persen, menjadi yang terendah di dunia.
Durasi pemesanan juga semakin pendek. Waktu pemesanan hotel turun 7 persen menjadi rata-rata 19 hari, jauh di bawah rata-rata global 32 hari.
Baca juga: 786.000 Kendaraan Diprediksi Masuk Bandung via Tol Cipularang Saat Mudik
Ilustrasi hotel di dekat Simpang Lima Semarang.Di sisi lain, tarif kamar hotel rata-rata mengalami penurunan sebesar 9,38 persen secara tahunan menjadi Rp1.884.476.
Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan menurunnya jumlah pembatalan, pemesanan yang dilakukan semakin dekat dengan tanggal menginap, serta durasi tinggal lebih singkat mencerminkan semangat wisatawan lokal untuk menjelajahi negeri sendiri.
"Bagi hotel, hal ini membuka peluang baru. Peningkatan permintaan untuk perjalanan domestik memungkinkan penerapan harga berdasarkan kebutuhan dan kreativitas yang lebih besar terhadap penawaran lokal," kata Fifin dikutip dari keterangan resmi, Kamis (19/03/2026).
Hal ini mendorong pelaku industri hotel untuk memanfaatkan pengetahuan mendalam tentang apa yang disukai dan dibutuhkan wisatawan lokal untuk mempromosikan fasilitas hotel yang unik sekaligus merancang berbagai penawaran menarik.
Baca juga: Antisipasi Macet, Dua Ruas Tol Jadi Buffer Zone Mudik Lebaran
Selain itu, tidak hanya memaksimalkan pemasukan per tamu, tetapi juga memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan.
"Wisatawan domestik merupakan kekuatan signifikan dan hotel sebaiknya memanfaatkan pertumbuhan mereka, sama seperti yang mereka lakukan untuk tamu internasional yang terus mendominasi pangsa permintaan secara keseluruhan," lanjutnya.