KOMPAS.com - Kontingen Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan catatan manis setelah mampu finis di urutan kedua klasemen akhir SEA Games 2025 Thailand.
Pada SEA Games 2025 ini, tim Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan koleksi 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu.
Koleksi 91 emas di SEA Games 2025 menjadi yang terbanyak ketiga saat Indonesia tak bertindak sebagai tuan rumah.
Catatan terbaik ditorehkan pada SEA Games 1989 Kuala Lumpur dengan 102 emas. Kemudian SEA Games 1991 Manila dengan 92 emas.
Kendati demikian, pencapaian ini menjadi yang tersukses dalam 32 tahun terakhir lantaran melewati raihan 88 emas Indonesia di SEA Games 1993 Singapura.
Baca juga: Cerita Aldila Sutjiadi/Janice Tjen soal Insiden Lagu Indonesia Raya Mati di SEA Games 2025
Sukses ini tak lepas dari sokongan moril dan materiil dari Pemerintah Republik Indonesia.
Presiden Prabowo diketahui memberikan perhatian secara materiil dengan meningkatkan nominal bonus kepada peraih emas yang jumlahnya mencapai dua kali lipat dari edisi sebelumnya.
Perhatian tersebut sukses memantik semangat juang para atlet untuk mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Bendera Merah Putih di podium tertinggi.
Seperti diungkapkan Ketua Umum FFI (Federasi Futsal Indonesia), Michael Victor Sianipar.
Ia tak memungkiri bonus miliaran bagi penyumbang emas melipatgandakan tekad timnas futsal sehingga berhasil meraih emas untuk pertama kalinya dalam gelaran SEA Games.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden yang berkomitmen mencurahkan perhatian kepada olahraga, bahkan juga memikirkan kesejahteraan para atlet," kata Michael dalam keterangan resmi Kemenpora, Minggu (21/12/2025).
"Terus terang hal ini menjadi penyemangat kami menghadirkan sejarah baru bagi futsal Indonesia dalam ajang SEA Games,” tutur dia.
Baca juga: Kierana Alexandra Bangga Bawa Bendera Indonesia di Acara Penutupan SEA Games 2025
Hal serupa juga dikatakan oleh manajer timnas renang Indonesia, Wisnu Wardhana, yang menyatakan para atlet bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena tak mengkhawatirkan soal masa depan.
“Kita punya para perenang muda potensial dan menjanjikan. Mereka semakin total menjalani profesinya, karena tidak ada lagi kekhawatiran akan masa depan dan kesejahteraan mereka," kata Wisnu yang juga menjabat Wakil Ketua Umum PB Akuatik Indonesia.
"Atensi Bapak Prabowo membuat mereka juga berambisi untuk mempersembahkan emas, dan kita sudah lihat buktinya tiga emas di SEA Games kali ini,” ungkapnya.
Apresiasi juga diberikan cabang-cabang olahraga (cabor) kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, yang tak hanya mengupayakan penambahan anggaran tetapi juga hadir langsung di Thailand guna menyaksikan dan menyemangati perjuangan atlet di lapangan.
Baca juga: 91 Emas SEA Games 2025 Tuai Pujian, Indonesia Segera Bersiap Menuju Olimpiade
“Kehadiran Bapak Menpora menyaksikan timnas basket putri dan putra berarti besar buat kami pengurus federasi dan tentunya para atlet," kata Sekjen PP Perbasi, Nirmala Dewi.
"Komitmen Menpora sejak awal dengan menyediakan anggaran secara maksimal membuat para atlet bisa fokus bertanding dan yakin bahwa perjuangan kami selalu mendapat dukungan dari pemerintah,” tambah dia.
Hal senada diutarakan Direktur Timnas Hoki Es indonesia, Jonathan Sudarta. Dia menuturkan dukungan pemerintah menjadi faktor penting kesuksesan timnas hoki es mencetak sejarah emas.
“Kesuksesan timnas hoki es mencetak sejarah baru dengan mengalahkan Thailand dan memenangkan medali emas, tentu berkat dukungan penuh pemerintah," kata Jonathan.
"Rekor emas pertama kami di SEA Games ini adalah jawaban kami terhadap pemerintah yang terus memberikan support,” tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang