Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejar Prestasi Internasional, IPL Komitmen Bangun Ekosistem Tenis Meja Nasional

Kompas.com, 10 Maret 2026, 12:19 WIB
Pratama Yudha,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia Pingpong League (IPL) terus berupaya meningkatkan prestasi olahraga tenis meja Indonesia di pentas internasional.

Untuk itu, Sekretaris Jenderal IPL, Yon Mardiono, menegaskan komitmen IPL untuk membangun ekosistem tenis meja dengan kompetisi yang profesional dan terafiliasi secara internasional.

Fokus utama IPL adalah menciptakan jalur prestasi yang konkret melalui kompetisi yang selaras dengan standar International Table Tennis Federation (ITTF) dan World Table Tennis (WTT).

Misi ini jelas tidak mudah dan butuh sinergi dari berbagai pihak. Seperti dukungan yang ditunjukkan Bima Abdi Negara sebagai peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand dalam membangun prestasi tenis meja nasional.

Dengan dukungan tersebut, perlahan atlet nasional sudah mulai menunjukkan buah manisnya dengan prestasi di level internasional.

Baca juga: Link Live Streaming Lazio Vs Sassuolo: Aksi Jay Idzes di Lini Belakang

Seperti Muhammad Naufal Junindra level U19 misalnya, meraih juara WTT Youth Contender di Dubai pada Oktober 2025.

Selain itu, Naufal juga meraih medali perunggu SEA Games 2025, serta mampu menembus babak 16 besar ajang elite dunia, WTT Youth Smash Singapura pada Februari 2026. 

Dia juga menapaki babak semifinal pada kejuaraan di Turki dan perempat final di Tunisia pada awal 2026. Rentetan prestasi tersebut membuat peringkat Naufal naik ke posisi 86 dunia.

Tak cuma Naufal, Michael Hartono di level U15 juga sukses menembus perempat final WTT Youth Star Contender di Turki serta menembus babak 16 besar pada WTT Youth Smash Singapore 2026. 

Capaian tersebut membuat peringkat dunia talenta muda Indonesia itu meningkat signifikan.

Baca juga: Materi Bek Timnas Indonesia Mewah: Ada Pemain dari Serie A hingga Bundesliga

"Hasil ini bukan kebetulan, melainkan buah dari sistem kompetisi berjenjang yang kami bangun. Mulai dari turnamen tingkat zona hingga pengiriman atlet ke kejuaraan dunia," ujar Yon Mardiono dalam konferensi pers di Onic Pingpong Sports Club, Simprug, Jakarta, Senin (9/3/2026).

"Kami ingin memastikan atlet Indonesia memiliki poin dan peringkat dunia yang kompetitif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yon menjelaskan prestasi di level internasional tak mungkin diraih tanpa adanya kompetisi yang kuat di level nasional.

Ilustrasi tenis meja. Ilustrasi tenis meja.

Rutin Gelar IPL Youth Series

Untuk itu, sebagai fondasi utama pembinaan menuju prestasi internasional, IPL secara rutin menggelar IPL Youth Series yang kini menjadi salah satu barometer baru dalam perkembangan tenis meja nasional.

Antusiasme terhadap kompetisi ini terus meningkat. Pada musim kedua tahun 2025, jumlah partisipasi tercatat mencapai 139 klub, meningkat dari 116 klub pada musim perdana.

Baca juga: Hasil Persib Vs Persik 3-0: Haye dan Jung Antar Maung Kokoh di Puncak

Halaman:


Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau