Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Al Makin
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga

Al Makin adalah Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tulisan-tulisannya dalam bentuk artikel dan buku dalam bahasa Indonesia dan Inggris, antara lain: Momong Kampus (2020); Membela yang lemah (2020), Challenging Islamic Orthodoxy (2016), Nabi-Nabi Nusantara (2016); Antara Barat dan Timur (2014) Keragaman dan Perbedaan (2015). Perhatian risetnya pada bidang agama, sosial, politik, sejarah, dan seni, dengan tema Pancasila, keragaman, hubungan antaragama, minoritas, gerakan agama baru, dan lain-lain. Menjabat sebagai rektor UIN Sunan Kalijaga 2020-2024, anggota ALMI (Asosiasi Ilmuwan Muda Indonesia), editor jurnal internasional Al-Jamiah. Al Makin menjadi dosen dan peneliti tamu di berbagai negara: Jerman, Singapura, Australia, dan Kanada. Sebagai pelukis, Al Makin sering partisipasi dalam berbagai pameran dan mengadakan pameran tunggal. Saat ini peneliti tamu di Kyoto University Jepang.

Air Zamzam

Kompas.com, 28 Juni 2023, 07:00 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

ALAM raya ini, secara astronomi dan astrofisika terkini, tak terbatas. Keluasan, misteri, dan ketidakpahaman membuat para ilmuan bintang, angkasa, dan antarplanet menyimpulkan bahwa semesta ini dikuasai oleh materi gelap (dark matter) dan energi gelap (dark energy). Keduanya bernama dark, gelap karena misterinya.

Materi terlihat seperti bintang, planet, asteroid hanya bagian kecil saja dari unsur-unsur yang tidak dikenal (dark).

Menurut astronomi saat ini, hipotesis (dugaan sementara) alam kita berusia tiga belas miliar tahun. Alam terbentuk karena tekanan pada setitik atom yang meledak.

Ledakan itu terus menerus meluas tak terbatas menjadi miliaran galaksi, berisi bintang-bintang, diorbiti planet-planet. Alam raya maha luas, karena perluasan itu tidak pernah berhenti.

Bintang kita, matahari, satu-satunya yang dekat dengan bumi, berusia empat sampai lima miliar tahun. Bumi kira-kira empat setengah miliar. Kehidupan berusia tiga miliar. Sejenis manusia sendiri muncul lima juta tahun lalu.

Beberapa dugaan ilmiah menyebutkan bahwa air muncul lebih dulu dari matahari. Karena unsur air H2O (Hidrogen dua dan Oksigen) bisa dijumpai di mana saja, bahkan konon sebelum matahari kita terbentuk.

Air menyelimuti permukaan bumi paling tidak tujuh puluh persen. Air sangat umum di bumi.

Menurut Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 2: 1-3 dunia diciptakan dalam tujuh hari. Menurut Al-Quran, enam hari (Al-A’raf 7: 54). Ada versi enam ada versi tujuh, di keduanya.

Air merupakan komponen penting. Di dalam mitologi tentang kosmologi Babilonia dan Sumeria kuno, 2.000 atau 4.000 tahun SM, penciptaan selalu dikaitkan dengan air. Mitologi Jepang juga sama, laut dan pulau-pulau.

Legenda dan mitos dari Scandanavia menceritakan unsur air dalam penciptaan, tepatnya es. Cerita Mesir Kuno pun melibatkan air dalam lahirnya dunia.

Semua tradisi kuno sudah mengenal unsur dasar: air, api, tanah, kayu, angin (China, Jawa, Jepang, India). Air merupakan komponen kehidupan.

Saat ini yang disebut memburu exoplanet, planet di luar tata surya kita, adalah mencari goldilock zone. Yaitu planet yang semacam bumi, jaraknya tidak terlalu jauh dari bintangnya, tapi tidak terlalu dekat.

Air bisa berupa cairan karena tepat letaknya. Terlalu dekat dengan matahari, air menguap. Terlalu jauh, air beku. Jarak ini yang disebut jarak nyaman.

Semua kebudayaan kuno dan bangunan-bangunan suci dekat dengan air. Piramida Mesir kuno (3.000 tahun SM) terletak di tepi sungai Nil.

Konon, air dekat dengan bangunan megah itu. Batu-batu besar dan alat-alat berat dibawa lewat air. Jalur air, baik sungai maupun laut sudah lama menjadi favorit manusia di samping jalur darat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Stori
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Stori
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Stori
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Stori
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Stori
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Stori
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Stori
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Stori
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Stori
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Stori
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Stori
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Stori
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Stori
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Stori
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau