Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.
ALAM raya ini, secara astronomi dan astrofisika terkini, tak terbatas. Keluasan, misteri, dan ketidakpahaman membuat para ilmuan bintang, angkasa, dan antarplanet menyimpulkan bahwa semesta ini dikuasai oleh materi gelap (dark matter) dan energi gelap (dark energy). Keduanya bernama dark, gelap karena misterinya.
Materi terlihat seperti bintang, planet, asteroid hanya bagian kecil saja dari unsur-unsur yang tidak dikenal (dark).
Menurut astronomi saat ini, hipotesis (dugaan sementara) alam kita berusia tiga belas miliar tahun. Alam terbentuk karena tekanan pada setitik atom yang meledak.
Ledakan itu terus menerus meluas tak terbatas menjadi miliaran galaksi, berisi bintang-bintang, diorbiti planet-planet. Alam raya maha luas, karena perluasan itu tidak pernah berhenti.
Bintang kita, matahari, satu-satunya yang dekat dengan bumi, berusia empat sampai lima miliar tahun. Bumi kira-kira empat setengah miliar. Kehidupan berusia tiga miliar. Sejenis manusia sendiri muncul lima juta tahun lalu.
Beberapa dugaan ilmiah menyebutkan bahwa air muncul lebih dulu dari matahari. Karena unsur air H2O (Hidrogen dua dan Oksigen) bisa dijumpai di mana saja, bahkan konon sebelum matahari kita terbentuk.
Air menyelimuti permukaan bumi paling tidak tujuh puluh persen. Air sangat umum di bumi.
Menurut Perjanjian Lama, Kitab Kejadian 2: 1-3 dunia diciptakan dalam tujuh hari. Menurut Al-Quran, enam hari (Al-A’raf 7: 54). Ada versi enam ada versi tujuh, di keduanya.
Air merupakan komponen penting. Di dalam mitologi tentang kosmologi Babilonia dan Sumeria kuno, 2.000 atau 4.000 tahun SM, penciptaan selalu dikaitkan dengan air. Mitologi Jepang juga sama, laut dan pulau-pulau.
Legenda dan mitos dari Scandanavia menceritakan unsur air dalam penciptaan, tepatnya es. Cerita Mesir Kuno pun melibatkan air dalam lahirnya dunia.
Semua tradisi kuno sudah mengenal unsur dasar: air, api, tanah, kayu, angin (China, Jawa, Jepang, India). Air merupakan komponen kehidupan.
Saat ini yang disebut memburu exoplanet, planet di luar tata surya kita, adalah mencari goldilock zone. Yaitu planet yang semacam bumi, jaraknya tidak terlalu jauh dari bintangnya, tapi tidak terlalu dekat.
Air bisa berupa cairan karena tepat letaknya. Terlalu dekat dengan matahari, air menguap. Terlalu jauh, air beku. Jarak ini yang disebut jarak nyaman.
Semua kebudayaan kuno dan bangunan-bangunan suci dekat dengan air. Piramida Mesir kuno (3.000 tahun SM) terletak di tepi sungai Nil.
Konon, air dekat dengan bangunan megah itu. Batu-batu besar dan alat-alat berat dibawa lewat air. Jalur air, baik sungai maupun laut sudah lama menjadi favorit manusia di samping jalur darat.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya