KOMPAS.com - Menjelang Lebaran, bukan hanya terminal dan bandara saja yang mulai terlihat sibuk.
Di sudut lain kota di Banda Aceh, kandang-kandang kucing di tempat penitipan hewan perlahan juga terisi penuh.
Para pemilik yang bersiap mudik memilih menitipkan hewan kesayangan mereka agar tetap terawat selama ditinggal pulang kampung.
Di tempat penitipan kucing dan penyedia kebutuhan hewan peliharaan Mi Ong Pet Shop, Banda Aceh, suasana itu terasa beberapa hari terakhir.
Baca juga: 5 Fakta Kasus Pensiunan Pemkab Blora Tendang Kucing hingga Mati, Polisi Turun Tangan
Kucing-kucing dari berbagai jenis tersebut berdatangan, sebagian masih tampak canggung, sebagian lain sudah nyaman di kandangnya.
"Ada peningkatan menjelang hari raya Idul Fitri. Kucing-kucing tersebut dititipkan karena pemilik pulang kampung," kata Rita Zahara, Kamis (19/3/2026).
Jika biasanya jumlah kucing yang dititipkan tak sampai 10 ekor per hari, utamanya pada akhir pekan dan libur panjang, kini angkanya naik menjadi lebih dari 15 ekor.
"Lama kucing yang dititipkan berkisar lima hingga tujuh hari. Ada juga yang lebih dari seminggu. Kucing-kucing ini dititipkan tersebut karena pemiliknya pulang kampung berhari raya," ujar Rita.
Baca juga: Legenda Asal-usul Shio, Alasan Kucing Tak Masuk Daftar dan Urutan 12 Hewan Zodiak China
Pegawai pet shop, Muhammad Al Fatah memberi makan kucing di tokonya, Selasa (9/4/2024).Soal biaya, layanan ini masih cukup ramah di kantong.
Untuk penitipan, tarifnya berkisar Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per hari per ekor, sudah termasuk makan, minum, kandang, hingga pasir untuk buang air besar.
Sementara bagi yang ingin perawatan tambahan, seperti penanganan kutu atau jamur, tersedia paket khusus dengan tarif hingga Rp 100.000.
Menariknya, para pemilik kucing yang datang bukan hanya dari satu kalangan. Ada ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pekerja.
Baca juga: Kucing Calico Dilantik Jadi Kepala Stasiun di Jepang, Terima Gaji Berupa Makanan
Kucing yang dititipkan pun beragam, dari Persia, Angora, hingga kucing domestik.
Fenomena ini juga terasa di Lhokseumawe.