Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arus Balik, Kendaraan Terjebak Macet di Km 188 Tol Cipali Kabupaten Cirebon

Kompas.com, 26 Maret 2026, 13:47 WIB
Muhamad Syahri Romdhon,
Icha Rastika

Tim Redaksi

CIREBON, KOMPAS.com - Arus balik Lebaran di ruas Astra Tol Cipali terpantau macet panjang pada Kamis (26/3/2026) siang.

Kepadatan kendaraan terlihat di sekitar Kilometer 188 Palimanan, Kabupaten Cirebon, dengan antrean kendaraan pemudik yang hendak kembali ke Jakarta, mengular cukup panjang.

Pantauan Kompas.com di lokasi, kemacetan kendaraan pemudik ini sudah terjadi di Kilometer 188 di bawah tulisan "Selamat Datang di Astra Tol Cipali".

Antrean kendaraan juga memanjang hingga pintu masuk Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) Jasa Marga di Km 189.

Baca juga: Sigap dan Heroik, Polisi Indramayu Tolong Balita Kejang di KM 137 Tol Cipali

Kompas.com bergeser ke Km 187 dekat dengan bekas bangunan gerbang Palimanan Tol Cipali.

Di titik ini, kepadatan kendaraan di jalur A yang menuju Jakarta juga tampak semakin panjang.

Berdasarkan pantauan Google Maps yang diakses Kompas.com pada pukul 12.00 WIB, kemacetan terjadi hingga beberapa kilometer ke arah Jakarta dengan indikator merah dan kuning.

Pergerakan kendaraan di Km 188 juga terpantau sangat minim.

Kendaraan kerap berhenti dalam waktu cukup lama di tengah kepadatan, sebelum kembali bergerak perlahan setelah beberapa menit.

Kepadatan ini terjadi setelah jalur A, yakni arah Jakarta menuju Jawa Tengah, kembali difungsikan normal pada hari Rabu petang pukul 17.45 WIB.

Sebelumnya, jalur tersebut sempat digunakan untuk rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way). Akibatnya, kendaraan pemudik yang sebelumnya dapat melintas di jalur A kini kembali bertumpuk di jalur B arah Jakarta.

Baca juga: Volume Arus Balik Menurun di Tol Cipali, Jalur Akan Kembali Normal

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada akhir pekan, yakni Jumat hingga Minggu.

Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept Head Astra Tol Cipali, mengatakan, perlambatan arus di sejumlah titik disebabkan meningkatnya kendaraan yang berhenti di bahu jalan.

“Hal ini dipicu gangguan kendaraan maupun kelelahan pengemudi setelah menempuh perjalanan panjang dari arah timur menuju Jakarta," kata Ardam dalam keterangan resmi yang dikutip Kompas.com pada Kamis (26/3/2026) siang.

Menurut dia, banyak pemudik memilih beristirahat di bahu jalan ataupun rest area saat memasuki ruas Tol Cipali.

Halaman:


Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau