BANDUNG, KOMPAS.com — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menyiapkan opsi memindahkan satwa dilindungi dari Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo ke lembaga konservasi lain.
"Kalau memang tidak ada kejelasan, kita akan mengambil alih satwa-satwa yang dilindungi khususnya, itu untuk kita amankan di lembaga konservasi yang terdekat di Bandung," ujar Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jabar Andri Hansen Siregar, Senin (30/3/2026).
Langkah ini disampaikan dalam pertemuan bersama DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Baca juga: Bertemu BBKSDA, DPRD Jabar Sebut Nasib Bandung Zoo Ditentukan April
Andri menjelaskan, relokasi menjadi langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan satwa.
Ia menyebut, masa nota kesepahaman (MoU) berlaku dari 6 Februari hingga 6 Mei 2026.
Selama periode tersebut, Kementerian Kehutanan melalui BBKSDA bertanggung jawab atas perawatan satwa, sementara Pemerintah Kota Bandung mengelola operasional dan kesejahteraan pegawai.
"Berakhirnya nanti di 6 Mei. Dari mulai 6 Februari ke 6 Mei selama 3 bulan. Sehingga mungkin setelah MOU itu berakhir, maka kita akan mengubah skema lagi," ujar Andri.
Namun, kondisi di lapangan dinilai belum sepenuhnya stabil, terutama terkait status pegawai dan manajemen Bandung Zoo.
Baca juga: Dedi Mulyadi: 90 Persen Masalah Bandung Zoo Aman, Gaji Ditanggung Pemkot
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono mengatakan, April 2026 menjadi waktu krusial untuk menentukan masa depan Bandung Zoo.
"April ini menjadi kunci. Kita tentukan apakah satwa tetap di Bandung Zoo atau sebagian dipindahkan ke lembaga konservasi lain di Jawa Barat," tegas Ono.
Ia menyebut, seluruh pihak perlu duduk bersama untuk menghitung kebutuhan dan langkah strategis ke depan.
Menurut Ono, kebutuhan pakan utama satwa telah dibantu oleh kementerian.
Namun, pakan tambahan dan pakan khusus masih perlu dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD.
Selain itu, layanan kesehatan satwa juga diperkuat.
Rumah Sakit Hewan Cikole akan membantu pemeriksaan rutin minimal dua kali dalam sepekan.
"Makanya tadi saya sampaikan, ayo duduk bersama lagi, setelah ini duduk bersama untuk menghitung kebutuhan, pembiayaan dan langkah-langkah taktis strategis di bulan April ini seperti apa," ujar Ono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang