Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atap Stadion Kandang Garudayaksa FC dan Timnas Indonesia Rusak Akibat Angin Kencang

Kompas.com, 12 Februari 2026, 22:39 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - Stadion Pakansari yang pernah jadi venue Timnas Indonesia dan kini jadi kandang Garudayaksa FC mengalami kerusakan.

Hujan deras dan angin kencang turut menerpa stadion yang terletak di Cibinong, Kabupaten Bogor itu, Kamis (12/2/2026). Beberapa bagian atap stadion terlepas akibat terpaan angin.

Area paling terdampak berada di Pintu 4, 5, dan 6. Selain itu, sejumlah fasilitas olahraga di sekitar stadion ikut terkena dampak.

Beberapa pohon di kawasan tersebut tumbang dan sempat menutup akses jalan menuju stadion.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menyampaikan bahwa ada satu warga terdampak dalam kejadian tersebut.

"Tadi ada penonton kegiatan pencak silat jadi korban."

"Tapi Alhamdulillah sudah ditangani," ucap Ade Hasrat.

Petugas gabungan diterjunkan untuk membersihkan lokasi. Batang pohon yang menghalangi jalan dipotong dan diangkat agar akses kembali normal.

Baca juga: Tampil di Turnamen Asia, Jadwal Persib dan Dewa United di Super League Alami Penyesuaian

Laga Garudayaksa Tetap Digelar di Tengah Perbaikan

Meski terjadi kerusakan, pertandingan antara Garudayaksa FC vs Persekat Tegal akan tetap berlangsung sesuai jadwal.

Laga pekan ke-19 putaran ketiga Championship 2025-2026 digelar di Stadion Pakansari pada Sabtu (14/2/2026).

Media Officer Garudayaksa FC, Agung, memastikan pertandingan tidak mengalami perubahan lokasi.

Penampakan atap Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor yang mengalami kerusakan karena angin kencang, Kamis (12/2/2026).KOMPAS.com/PUTRA RAMADHANI ASTYAWAN KONTRIBUTOR BOGOR Penampakan atap Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor yang mengalami kerusakan karena angin kencang, Kamis (12/2/2026).

Baca juga: Pengakuan Jujur Sergio Castel Usai Ukir Debut Saat Persib Kalah dari Ratchaburi FC

"Pertandingan tetap dilaksanakan di Stadion Pakansari ya."

"Perubahan hanya area mixzone yang dipindah ke dekat sekretariat."

"Untuk media masuknya tetap lewat pintu biasa," kata Agung.

Penyesuaian dilakukan pada area peliputan media tanpa mengubah jadwal pertandingan.

Kandang Garudayaksa FC dan Venue Timnas Indonesia

Stadion Pakansari merupakan markas Garudayaksa FC, klub yang berkompetisi di kasta kedua sepak bola nasional dan tengah bersaing untuk promosi ke Super League 2025-2026.

Garudayaksa FC disebut sebagai klub milik Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Selain menjadi kandang klub, stadion ini juga kerap digunakan Timnas Indonesia untuk laga internasional dan uji coba.

Terakhir, timnas U-23 Indonesia memainkan pertandingan uji coba melawan Mali di Stadion Pakansari pada November 2025.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau