Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AC Milan Perkenalkan Jersey Keempat, Kejutan Spesial di San Siro

Kompas.com, 23 Februari 2026, 07:40 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - AC Milan memperkenalkan jersey keempat mereka musim ini dalam duel melawan Parma di pentas Liga Italia 2025-2026.

Jersey keempat terus menjadi paket kejuatan yang diberikan AC Milan kepada penggemar ketika musim berjalan.

Selama beberapa musim belakangan, AC Milan memang rutin merilis jersey keempat dengan desain inovatif.

AC Milan pernah berkolaborasi dengan Nemen, Koche, Pleasures, dan Off-White dalam penggarapan jersey keempat.

Kini, untuk jersey keempat musim 2025-2026 AC Milan yang disokong oleh Puma, berkolaborasi dengan Slam Jam.

Baca juga: Skor AC Milan Vs Parma 0-1: Gol Bola Mati ala Arsenal Picu Kontroversi

Sorotan lampu San Siro mengungkap jersey keempat berwarna dominan merah yang dikenakan Luka Modric dkk saat melawan Parma, Minggu (22/2/2026) di Stadion San Siro.

Beberapa hari sebelum memperkenalkan jersey keempat, media sosial AC Milan sempat mengunggah foto sejumlah legenda klub yang memakai seragam merah, di antaranya Franco Baresi, Roberto Baggio, dan Manuel Rui Costa.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by AC Milan (@acmilan)

Jersey keempat Milan pada 2025-2026 ini sekilas memang mirip dengan yang dikenakan Rui Costa pada 2001-2002.

"Dirancang untuk komunitas Rossoneri global, jersey ini memadukan warisan dan identitas AC Milan dengan pendekatan budaya kontemporer khas Slam Jam," demikian keterangan tertulis AC Milan yang diterima KOMPAS.com.

Mike Maignan (putih) mengenakan jersey keempat hasil kolaborasi Puma dengan Slam Jam dalam laga pekan ke-26 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, 22 Februari 2026.Dok. AC Milan Mike Maignan (putih) mengenakan jersey keempat hasil kolaborasi Puma dengan Slam Jam dalam laga pekan ke-26 Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Parma di Stadion San Siro, 22 Februari 2026.

Jersey keempat AC Milan yang mengusung warna dominan merah dihiasi dengan aksen hitam pada bagian kerah, bahu, lengan, serta ujung kaus kaki.

"Referensi ikonik warna merah dan hitam berpadu dengan desain bersih dan modern, sementara lambang klub tradisional serta simbol Iblis ditempatkan sebagai elemen utama yang mengekspresikan kebanggaan, rasa memiliki, dan identitas yang kuat."

Baca juga: Takluk dari Parma, AC Milan Telan Kekalahan Perdana Sejak Agustus 2025

Kolaborasi dengan Slam Jam tak cuma menyangkut jersey yang dipakai Rafael Leao dkk.

Jelang berduel melawan Parma, para pemain Il Rossoneri (Si Merah-Hitam) juga terlihat mengenakan jaket hasil kolaborasi dengan Slam Jam yang memuat “CHAOS IS ORDER (kekacauan adalah keteraturan)” di bagian belakang.

Pesan tersebut menjadi tema utama dari koleksi jersey keempat AC Milan musim ini. Seperti musim lalu, rencananya jersey keempat AC Milan akan muncul dalam dua edisi.

Selain warna merah, Milan juga bakal memperkenalkan jersey keempat berkelir abu-abu.

Jersey keempat AC Milan rencananya bakal resmi dirilis dan dilepas ke pasaran pada 25 Februari mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau