Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terinspirasi dari Danau, Mirwan Suwarso Ceritakan Alasan Kelola Como 1907

Kompas.com, 17 Maret 2026, 17:03 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso menceritakan awal mula mengelola sebuah klub dari tim kecil yang berada di pinggiran danau.

Dalam wawancaranya kepada Gazzetta dello Sport, Mirwan Suwarso menjelaskan bagaimana sebuah tim yang nyaris bangkrut, kini menjadi ancaman serius klub besar di Italia.

Perjalanan Como 1907 memang tak mudah mengingat mereka sempat terpuruk di Serie D sebelum akhirnya Djarum melalui SENT Entertainment membeli dengan harga 800 ribu euro, setara dengan Rp12,5 miliar.

Sejak diakuisisi Djarum, Como 1907 semakin berkembang dan menunjukkan perubahan pesat dengan melompati tiga level dalam kurun lima tahun.

Baca juga: Como Jadi Tim Paling Minim Mainkan Pemain Italia, Hanya Catatkan 1 Menit

Sempat menjadi juara Serie C pada 2021, Como 1907 akhirnya lolos di liga elite Italia, Serie A, setelah 21 tahun absen.

Pada musim ini, Como 1907 yang diasuh Cesc Fabregas menjelma menjadi tim raksasa dan bersaing di papan atas Serie A sekaligus berpeluang lolos ke Liga Champions.

"Kami masih dalam fase awal. Semua yang kami lakukan di Serie B tidak lagi berharga di Serie A. Setiap kali Anda berganti divisi, Anda harus mulai dari awal, dan kami sudah melakukannya tiga kali," kata Mirwan Suwarso dalam wawancaranya.

Baca juga: Cesc Fabregas, Kado dari Mourinho, dan Janji kepada Como

Promosikan Sepak Bola Italia

Sepak bola dan bisnis menjadi visi yang dibawa oleh Djarum dan Mirwan Suwarso kepada Como 1907.

Saat ditanya alasan membeli Como 1907 hanya untuk kebutuhan dokumenter, pebisnis asal Indonesia itu tak mengelak.

"Ya. Kami pernah membuat acara tentang tim nasional junior Indonesia, yang memiliki pangsa penonton yang sangat besar," kata Mirwan Suwarso.

Mirwan mengatakan jika awalnya Como 1907 dipakai untuk memperkenalkan sepak bola Italia kepada anak-anak di Indonesia.

Baca juga: Como Menjelma Raksasa Serie A, Fabregas Bongkar Rahasia Skuadnya

Namun, karena faktor tertentu, ia memutuskan untuk tidak melanjutkannya dan menggeser ke sisi bisnis dengan basis olahraga.

"Awalnya, idenya adalah untuk memperkenalkan anak-anak pada sepak bola Italia." 

"Tetapi ketika Como promosi ke Serie C, level teknis mereka menjadi tidak berkelanjutan, dan kami tidak dapat menutupi biayanya. Namun kami melihat potensi untuk bisnis olahraga," tambahnya.

Jean Butez (kanan) berselebrasi dengan Marc-Oliver Kempf di akhir pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Juventus vs Como di Stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Foto oleh Isabella BONOTTO / AFP)AFP/ISABELLA BONOTTO Jean Butez (kanan) berselebrasi dengan Marc-Oliver Kempf di akhir pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Juventus vs Como di Stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Foto oleh Isabella BONOTTO / AFP)

Terinspirasi dari Danau Como

Bukan perkara mudah mengelola sebuah klub kecil di tengah keterbatasan. Mirwan pun pernah berada di situasi tersebut dan mulai mencari solusi dari masalah tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau