Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AFC Sanksi Timnas Malaysia Kalah WO, Vietnam Susul Indonesia ke Piala Asia 2027

Kompas.com, 17 Maret 2026, 15:28 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Timnas Malaysia dipastikan gagal lolos ke Piala Asia 2027 usai Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhi sanksi tegas imbas menurunkan pemain naturalisasi ilegal pada laga Nepal dan Vietnam.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melalui siaran resminya mengumumkan telah menerima keputusan dari Komite Disiplin & Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Selasa (17/3/2026).

Sebelumnya, telah diadakan pertemuan yang diadakan antara Komite Disiplin & Etika AFC dan perwakilan dari FAM terkait kasus pemain ilegal di dua laga Timnas Malaysia pada babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027

Baca juga: Resmi! AFC Sanksi Timnas Malaysia Kalah 0-3 Lawan Nepal dan Vietnam

Timnas Malaysia dianggap bersalah karena mendaftarkan tujuh pemain naturalisasi ilegal yaitu Gabriel Palmero , Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Hector Hevel dan Jon Irazábal.

"Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah menerima keputusan dari Komite Disiplin & Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang mengadakan pertemuan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, terkait kasus menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat," tulis FAM dalam Instagram resminya.

Timnas Malaysia Kalah Walkover

Hasil pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Komite Disiplin & Etika AFC, Jahangir Baglari, menemukan bahwa FAM telah melanggar Pasal 56 Kode Disiplin & Etika AFC.

Timnas Malaysia terbukti menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027.

Pertandingan pertama yaitu melawan Nepal di Stadion Sultan Ibrahim, Iskandar Puteri, Johor pada 25 Maret 2025 yang dimenangkan Malaysia dengan skor 2-0.

Laga kedua menghadapi Vietnam di Stadion Nasional, Bukit Jalil pada 10 Juni 2025 yang dimenangkan Malaysia dengan skor 4-0.

Baca juga: Gabriel Palmero Tinggalkan Malaysia, Putusan CAS Jadi Pemicu

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Hector Hevel (nomor 13), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor pada 25 Maret 2025.AFP/MOHD RASFAN Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Hector Hevel (nomor 13), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor pada 25 Maret 2025.

Komite Disiplin & Etika AFC telah memutuskan bahwa Malaysia dinyatakan kalah dalam kedua pertandingan tersebut dengan skor 3-0 berdasarkan Pasal 25.1 Kode Disiplin & Etika AFC.

Selain hukuman kalah WO, FAM juga diharuskan membayar denda senilai US$50.000 (Rp848 juta).

FAM akan mengajukan permohonan tertulis untuk mendapatkan alasan keputusan tersebut dari Komite Disiplin & Etika AFC sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan diambil dalam masalah ini.

Baca juga: AFC Pastikan Jadwal Kualifikasi Piala Asia 2027 Vietnam Vs Malaysia

Vietnam Susul Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027

Sanksi kekalahan WO yang diterima Timnas Malaysia membuat mereka kehilangan enam poin dan merosot ke peringkat kedua di Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan 9 poin.

Sementara itu, Vietnam yang berada di peringkat kedua berhasil naik ke puncak klasemen dengan koleksi 15 poin sekaligus memastikan diri lolos ke Piala Asia 2027.

Posisi Timnas Vietnam di puncak mustahil dikejar Malaysia karena hanya menyisakan satu laga yang akan digelar pada 31 Maret mendatang di Hanoi. 

Baca juga: FAM Akui Lalai, Pengamat Pertanyakan Dasar CAS Hukum Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia

Laga tersebut yang semula menjadi penentuan nasib kedua tim, kini tak lebih dari laga formalitas dan hanya berpengaruh pada perolehan poin di ranking FIFA. 

Vietnam menjadi tim ke-21 yang berhasil lolos ke Piala Asia 2027 sekaligus tim ketiga dari babak kualifikasi.

Selain itu, The Golden Star menjadi tim ketiga asal Asia Tenggara yang akan tampil di Arab Saudi tahun depan setelah Timnas Indonesia dan Singapura.

Tersisa tiga tiket tersisa yang akan diperebutkan oleh tim-tim dari Grup A, B, dan D dari babak kualifikasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau