Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resmi! AFC Sanksi Timnas Malaysia Kalah 0-3 Lawan Nepal dan Vietnam

Kompas.com, 17 Maret 2026, 15:01 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhi sanksi tegas terhadap Timnas Malaysia imbas menurunkan pemain naturalisasi ilegal pada laga Nepal dan Vietnam.

Timnas Malaysia semula berhasil meraih kemenangan 2-0 melawan Nepal, dan 4-0 melawan Vietnam. Namun, AFC mengubah hasil tersebut dengan menyatakan Harimau Malaya kalah Walkover (WO) dengan skor 0-3.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melalui siaran resminya mengumumkan telah menerima keputusan dari Komite Disiplin & Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Selasa (17/3/2026).

Keputusan itu dihasilkan usai sebelumnya Komite Disiplin & Etika AFC dan pihak FAM mengadakan pertemuan pada Selasa (17/3/2026) terkait kasus pemain ilegal di Timnas Malaysia.

Baca juga: Menpora Malaysia Minta Skandal Pemain Naturalisasi Jadi Pelajaran

"Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah menerima keputusan dari Komite Disiplin & Etika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang mengadakan pertemuan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, terkait kasus menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat," tulis FAM dalam Instagram resminya.

Timnas Malaysia dianggap bersalah karena mendaftarkan tujuh pemain naturalisasi ilegal yaitu Gabriel Palmero , Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Hector Hevel dan Jon Irazábal.

Pelanggaran Timnas Malaysia

Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Komite Disiplin & Etika AFC, Jahangir Baglari, menemukan bahwa FAM telah melanggar Pasal 56 Kode Disiplin & Etika AFC karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027.

Pertandingan pertama yaitu melawan Nepal di Stadion Sultan Ibrahim, Iskandar Puteri, Johor pada 25 Maret 2025 yang dimenangkan Malaysia dengan skor 2-0.

Laga kedua menghadapi Vietnam di Stadion Nasional, Bukit Jalil pada 10 Juni 2025 yang dimenangkan Malaysia dengan skor 4-0.

Baca juga: Gabriel Palmero Tinggalkan Malaysia, Putusan CAS Jadi Pemicu

Komite Disiplin & Etika AFC telah memutuskan bahwa Malaysia dinyatakan kalah dalam kedua pertandingan tersebut dengan skor 3-0 berdasarkan Pasal 25.1 Kode Disiplin & Etika AFC.

Selain hukuman kalah WO, FAM juga diharuskan membayar denda senilai US$50.000 (Rp848 juta).

Sebagai respons balasan, FAM akan mengajukan permohonan tertulis untuk mendapatkan alasan keputusan tersebut dari Komite Disiplin & Etika AFC sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya yang akan diambil dalam masalah ini.

Baca juga: AFC Pastikan Jadwal Kualifikasi Piala Asia 2027 Vietnam Vs Malaysia

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh FA Malaysia (@famalaysia)

Tujuh Pemain Dilarang Bermain Selama 12 Bulan

Pada tanggal 5 Maret, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) juga telah mengeluarkan putusan akhir terkait skandal FAM yang menggunakan dokumen palsu untuk mendapatkan paspor bagi tujuh pemain agar mereka memenuhi syarat untuk mewakili Harimau Malaya .

Mengutip dari ESPN, CAS lewat pernyataanya setuju dengan FIFA bahwa FAM dan para pemain bersalah atas pelanggaran tersebut.

"Setelah mempertimbangkan bukti, Panel CAS menemukan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan telah terbukti dan bahwa larangan bermain pertandingan selama 12 bulan adalah sanksi yang wajar dan proporsional bagi para pemain, mengingat tanggung jawab keterlibatan mereka dalam penipuan ini," tulis pernyataan CAS.

Baca juga: CEO FAM Kecewa Putusan CAS, Sanksi Pemain Naturalisasi Malaysia Dianggap Berlebihan

Akibatnya, ketujuh pemain ilegal tersebut dilarang beraktivitas di lingkungan sepak bola dalam kompetisi resmi.

Meski begitu, para pemain tersebut masih diberi kelonggaran untuk mengikuti sesi latihan bersama klub masing-masing.

"Namun, sesuai dengan Pasal 22 FDC, Panel memutuskan bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan dan bukan untuk semua aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola. Ini berarti para pemain dapat melanjutkan latihan dengan klub masing-masing selama masa larangan," sambungnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau