Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AFC Batalkan Bidding Tuan Rumah Piala Asia 2031, Indonesia Terdampak

Kompas.com, 20 Maret 2026, 06:37 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - Indonesia jadi salah satu negara yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Asia 2031. Tetapi, AFC memutuskan menghentikan bidding tuan rumah Piala Asia 2031. 

AFC telah resmi membatalkan proses bidding atau pengajuan diri tuan rumah untuk ajang Piala Asia 2031 dan 2035.

Kepastian tersebut tertuang dalam keterangan yang dirilis AFC, badan tertinggi Sepak Bola Asia, pada Kamis (19/3/2026).

Surat tersebut menyebutkan bahwa FIFA baru-baru ini memberi tahu para petinggi sepak bola Asia mengenai rencana perubahan kalender pertandingan internasional.

Baca juga: Indonesia Resmi Jadi Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031

FIFA ingin AFC menggelar turnamen utama sepak bola putra mereka pada tahun genap.

AFC menyampaikan kepada para anggota bahwa “setelah pertimbangan matang” mereka sepakat untuk mengikuti permintaan FIFA.

Fan Timnas Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.KOMPAS.com/ADIL NURSALAM Fan Timnas Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Bidding Tuan Rumah untuk Piala Asia 2031 dan 2035 Dihentikan

Proses bidding tuan rumah untuk Piala Asia edisi 2031 dan 2035 pun dinyatakan AFC “akan dibatalkan sepenuhnya”.

“Perkembangan ini akan berdampak signifikan terhadap penjadwalan dan perencanaan kompetisi."

"Seiring AFC mengkaji implikasi dari penyesuaian ini dan mempertimbangkan revisi yang diperlukan pada kalender kompetisinya, kami menilai langkah yang tepat dan perlu adalah menghentikan proses bidding yang sedang berlangsung guna menghindari ketidakpastian terkait penunjukan tuan rumah,” ujar Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor John, dalam sebuah keterangan.

Baca juga: Soal Bidding Piala Asia 2031, Erick Thohir Minta Jangan Euforia Dulu

Melansir pemberitaan Japan Times, keputusan ini kemungkinan akan mendorong Piala Asia digelar pada 2032 dan 2036, bertepatan dengan tahun penyelenggaraan Euro dan Copa America.

Indonesia Maju sebagai Salah Satu Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031

Pembatalan bidding tuan rumah Piala Asia 2031 jelas terkait dengan Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia maju mencalonkan diri sebagai tuan rumah.

Pada Februari 2025, delapan negara muncul sebagai kandidat dengan enam proposal untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2031.

Negara-negara yang dimaksud adalah Australia, India, Indonesia, Kuwait, Korea Selatan, serta proposal bersama dari Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Sebanyak tiga negara, yakni Australia, Kuwait, dan Korea Selatan juga telah mengajukan diri untuk jadi tuan rumah edisi 2035, dengan Jepang turut masuk sebagai penantang baru.

Sementara itu, Arab Saudi telah dipastikan menjadi tuan rumah Piala Asia Putra 2027. Di sisi lain, Australia tengah menggelar Piala Asia Putri pada 1 hingga 21 Maret mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau