Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan ITB, Daftar PTN Akademik dan Vokasi dengan Peminat Terbanyak SNBP 2026

Kompas.com, 31 Maret 2026, 12:41 WIB
Dian Sophya Jelank Ramadaniy,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi


KOMPAS.com-Menjelang pengumuman Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026 pada hari ini, Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 WIB, panitia SNPMB 2026 merilis daftar PTN Akademik maupun Vokasi dengan pendaftar terbanyak pada SNBP 2026.

Hal tersebut disampaikan pada Konferensi Pers Pengumuman SNBP dan KIP Kuliah Jalur SNBP 2026, Selasa (31/3/2026) di Jakarta.

UPI Jadi PTN Akademik dengan Peminat Terbanyak

Bukan UI, UGM, maupun ITB, perguruan tinggi yang meraup pendaftar terbanyak pada SNBP 2026 adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan total peminat sebanyak 53.311.

Posisi kedua ditempati oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan selisih tipis yakni 53.237 peminat. Universitas Padjadjaran berada di urutan ketiga dengan pendaftar sebanyak 48.933.

Politeknik Negeri Bandung Raup Peminat Terbanyak SNBP 2026

Yang menarik, posisi PTN Vokasi pertama dengan peminat terbanyak pada SNBP 2026 adalah Politeknik Negeri Bandung dengan total pendaftar sebanyak 11.556.

“Berarti peminat terbanyak ada di Kota Bandung, baik PTN Akademik maupun Vokasi,” papar Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok.

Dengan demikian, PTN Akademik maupun Vokasi dengan peminat terbanyak pada SNBP 2026 dipegang oleh perguruan tinggi yang berlokasi di Bandung.

Baca juga: 20 PTN Akademik-Vokasi Favorit di SNBP 2026, Sama-sama dari Bandung

10 PTN Akademik Peminat Terbanyak SNBP 2026

Pada SNBP 2026, PTN Akademik dengan peminat terbanyak masih didominasi oleh perguruan tinggi di pulau Jawa. Hanya ada 1 kampus di luar pulau Jawa, yakni Universitas Sumatera Utara (USU) yang masuk dalam daftar 10 PTN peminat terbanyak SNBP 2026. Berikut daftarnya:

1. Universitas Pendidikan Indonesia: 53.311 peminat
2. Universitas Negeri Surabaya: 53.237 peminat
3. Universitas Padjadjaran: 48.933 peminat
4. Universitas Diponegoro: 46.304 peminat
5. Universitas Negeri Semarang: 41.556 peminat
6. Universitas Brawijaya: 40.841 peminat
7. Universitas Sebelas Maret: 40.042 peminat
8. Universitas Sumatera Utara: 39.114 peminat
9. Institut Pertanian Bogor: 37.477 peminat
10. Universitas Indonesia: 35.118 peminat

10 PTN Vokasi Peminat Terbanyak SNBP 2026

Berbeda dengan PTN Akademik, terdapat 4 politeknik di Sumatera yang masuk dalam daftar 10 PTN Vokasi peminat terbanyak SNBP 2026. Empat politeknik tersebut di antaranya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Batam, Politeknik Negeri Medan, dan Politeknik Negeri Padang. Berikut daftarnya:

1. Politeknik Negeri Bandung: 11.556 peminat
2. Politeknik Negeri Jakarta: 10.562 peminat
3. Politeknik Negeri Malang: 7.114 peminat
4. Politeknik Negeri Semarang: 6.944 peminat
5. Politeknik Negeri Sriwijaya: 6.718 peminat
6. Politeknik Negeri Batam: 5.850 peminat
7. Politeknik Negeri Medan: 5.431 peminat
8. Politeknik Negeri Padang: 3.965 peminat
9. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya: 3.539 peminat
10. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya: 3.397 peminat

Demikian informasi mengenai 10 PTN Akademik dan Vokasi dengan peminat terbanyak pada SNBP 2026.

Baca juga: Tak Lolos SNBP 2026, Masih Bisa Daftar UTBK SNBT untuk Masuk PTN

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau