Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Rutinitas Pagi Sebelum Jam 07.00 yang Dukung Kesehatan Mental dan Jantung

Kompas.com, 11 Februari 2026, 06:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

Sumber Your Tango

KOMPAS.com - Kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak pagi hari terbukti berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan jantung.

Penelitian menunjukkan rutinitas sebelum pukul 07.00 pagi dapat membantu mengatur jam biologis tubuh, menjaga kesehatan mental, serta menurunkan risiko penyakit jantung, meski sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Dianggap Sehat tapi Bisa Merusak Ginjal Menurut Dokter

Pola pagi berperan penting bagi kesehatan

Peneliti menjelaskan bahwa pagi hari menjadi fase penting bagi tubuh untuk mengatur ulang sistem saraf, hormon, dan metabolisme setelah tidur malam.

Kebiasaan pagi yang konsisten membantu menyelaraskan ritme biologis tubuh, yang berperan besar terhadap kesehatan mental dan fisik,” ujar Le Zhou, peneliti saraf dari McGill University, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada 2025, sebagaimana dikutip dari Science Alert.

  • Paparan cahaya pagi membantu metabolisme tubuh

Kebiasaan pertama yang umum dilakukan orang dengan pola hidup sehat adalah mendapatkan paparan cahaya terang di pagi hari, terutama cahaya alami dari luar ruangan.

Dr. Phyllis C. Zee dari Northwestern University menjelaskan bahwa paparan cahaya pagi membantu mengatur ritme sirkadian, yang berpengaruh pada metabolisme dan kualitas tidur malam.

Penelitian yang dikutip Your Tango menunjukkan orang yang mendapatkan paparan cahaya terang di pagi hari cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih rendah, terlepas dari pola makan dan olahraga.

  • Minum air putih setelah bangun tidur

Kebiasaan berikutnya adalah minum air putih segera setelah bangun tidur, sekitar 450–500 mililiter, untuk menghidrasi tubuh setelah berjam-jam tanpa asupan cairan.

Air membantu mengaktifkan metabolisme, mendukung fungsi otak, serta membantu tubuh membuang sisa metabolisme yang menumpuk selama tidur.

Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Usus Tanpa Disadari

  • Melatih rasa syukur untuk kesehatan mental

Ilustrasi perbedaan mindfulness dan meditasi. Penelitian ilmiah menunjukkan kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak pagi hari, terutama sebelum pukul 07.00, berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih stabil dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.iStockphoto/Poike Ilustrasi perbedaan mindfulness dan meditasi. Penelitian ilmiah menunjukkan kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak pagi hari, terutama sebelum pukul 07.00, berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih stabil dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Orang sehat juga cenderung meluangkan waktu singkat di pagi hari untuk mengucapkan atau memikirkan hal yang patut disyukuri.

Peneliti psikologi Robert A. Emmons, PhD, dalam risetnya yang banyak dikutip sejak awal 2000-an, menemukan bahwa praktik rasa syukur berkaitan dengan tingkat stres lebih rendah, suasana hati lebih stabil, serta kebiasaan hidup yang lebih sehat.

  • Meditasi singkat bantu turunkan stres

Meditasi singkat selama lima hingga sepuluh menit menjadi kebiasaan pagi lain yang umum dilakukan.

Latihan ini membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan fokus, dan menyiapkan kondisi mental sebelum memulai aktivitas harian.

  • Menggerakkan tubuh sejak pagi

Kebiasaan terakhir adalah menggerakkan tubuh, meski hanya sebentar, seperti berjalan kaki, peregangan, atau olahraga ringan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine & Science in Sports and Exercise pada 2010 menunjukkan bahwa aktivitas fisik di pagi hari dapat membantu pembakaran lemak, meningkatkan energi, dan memperbaiki suasana hati.

Baca juga: Anak Baca Buku Terlalu Dekat, Kebiasaan atau Kesehatan Mata Terganggu?

Kebiasaan kecil dengan dampak jangka panjang

Para peneliti menekankan bahwa manfaat kebiasaan pagi tidak berasal dari satu tindakan besar, melainkan dari konsistensi dalam jangka panjang.

“Bukan soal bangun sangat pagi atau menjalani rutinitas ekstrem, tetapi membangun kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten,” jelas Zhou.

Baca juga: Kebiasaan Sarapan Pagi Bisa Bikin Panjang Umur, Begini Penjelasan Ahli

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau