Penulis
KOMPAS.com - Kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak pagi hari terbukti berpengaruh besar terhadap kesehatan mental dan jantung.
Penelitian menunjukkan rutinitas sebelum pukul 07.00 pagi dapat membantu mengatur jam biologis tubuh, menjaga kesehatan mental, serta menurunkan risiko penyakit jantung, meski sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: 5 Kebiasaan yang Dianggap Sehat tapi Bisa Merusak Ginjal Menurut Dokter
Peneliti menjelaskan bahwa pagi hari menjadi fase penting bagi tubuh untuk mengatur ulang sistem saraf, hormon, dan metabolisme setelah tidur malam.
“Kebiasaan pagi yang konsisten membantu menyelaraskan ritme biologis tubuh, yang berperan besar terhadap kesehatan mental dan fisik,” ujar Le Zhou, peneliti saraf dari McGill University, dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications pada 2025, sebagaimana dikutip dari Science Alert.
Kebiasaan pertama yang umum dilakukan orang dengan pola hidup sehat adalah mendapatkan paparan cahaya terang di pagi hari, terutama cahaya alami dari luar ruangan.
Dr. Phyllis C. Zee dari Northwestern University menjelaskan bahwa paparan cahaya pagi membantu mengatur ritme sirkadian, yang berpengaruh pada metabolisme dan kualitas tidur malam.
Penelitian yang dikutip Your Tango menunjukkan orang yang mendapatkan paparan cahaya terang di pagi hari cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih rendah, terlepas dari pola makan dan olahraga.
Kebiasaan berikutnya adalah minum air putih segera setelah bangun tidur, sekitar 450–500 mililiter, untuk menghidrasi tubuh setelah berjam-jam tanpa asupan cairan.
Air membantu mengaktifkan metabolisme, mendukung fungsi otak, serta membantu tubuh membuang sisa metabolisme yang menumpuk selama tidur.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Usus Tanpa Disadari
Ilustrasi perbedaan mindfulness dan meditasi. Penelitian ilmiah menunjukkan kebiasaan sederhana yang dilakukan sejak pagi hari, terutama sebelum pukul 07.00, berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih stabil dan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.Orang sehat juga cenderung meluangkan waktu singkat di pagi hari untuk mengucapkan atau memikirkan hal yang patut disyukuri.
Peneliti psikologi Robert A. Emmons, PhD, dalam risetnya yang banyak dikutip sejak awal 2000-an, menemukan bahwa praktik rasa syukur berkaitan dengan tingkat stres lebih rendah, suasana hati lebih stabil, serta kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Meditasi singkat selama lima hingga sepuluh menit menjadi kebiasaan pagi lain yang umum dilakukan.
Latihan ini membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan fokus, dan menyiapkan kondisi mental sebelum memulai aktivitas harian.
Kebiasaan terakhir adalah menggerakkan tubuh, meski hanya sebentar, seperti berjalan kaki, peregangan, atau olahraga ringan.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine & Science in Sports and Exercise pada 2010 menunjukkan bahwa aktivitas fisik di pagi hari dapat membantu pembakaran lemak, meningkatkan energi, dan memperbaiki suasana hati.
Baca juga: Anak Baca Buku Terlalu Dekat, Kebiasaan atau Kesehatan Mata Terganggu?
Para peneliti menekankan bahwa manfaat kebiasaan pagi tidak berasal dari satu tindakan besar, melainkan dari konsistensi dalam jangka panjang.
“Bukan soal bangun sangat pagi atau menjalani rutinitas ekstrem, tetapi membangun kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten,” jelas Zhou.
Baca juga: Kebiasaan Sarapan Pagi Bisa Bikin Panjang Umur, Begini Penjelasan Ahli
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya