Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Iran Tegaskan Hanya Boikot AS, Tetap Main di Piala Dunia 2026

Kompas.com, 19 Maret 2026, 18:31 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber AFP

TEHERAN, KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Iran menyatakan sikap tegas menjelang putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. 

Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj menegaskan bahwa pihaknya hanya memboikot AS dan memastikan tim nasional Iran tetap berpartisipasi dalam turnamen sepakbola paling akbar sejagad tersebut.

"Kami akan mempersiapkan diri untuk Piala Dunia. Kami akan memboikot AS tetapi bukan Piala Dunia," ujar Taj dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor berita Iran, Fars, pada Rabu (18/3/2026).

Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian posisi Iran yang dijadwalkan melakoni laga fase grup di wilayah AS, sebagaimana dilansir AFP.

Saat ini, federasi sepak bola Iran dilaporkan telah membuka pembicaraan dengan FIFA untuk menjajaki kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan mereka ke luar dari "Negeri Paman Sam".

Baca juga: FIFA Buka Suara soal Permintaan Iran untuk Pindah Lokasi Piala Dunia ke Meksiko

Tawaran Meksiko

Di tengah polemik tersebut, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah alternatif bagi laga-laga Iran di putaran pertama. 

Hal ini menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada aspek keamanan olahraga.

Saat ditanya secara langsung mengenai kesediaan Meksiko menampung pertandingan tersebut, Sheinbaum memberikan jawaban singkat namun tegas.

"Ya," kata Sheinbaum dalam konferensi pers pada Selasa (17/3/2026). 

"Meksiko menjaga hubungan diplomatik dengan setiap negara di dunia, oleh karena itu kami akan menunggu apa yang diputuskan oleh FIFA," lanjutnya.

Keikutsertaan Iran dalam Piala Dunia 2026 menjadi sorotan sejak konflik pecah bulan lalu. 

Baca juga: Iran Lobi FIFA, Minta Piala Dunia 2026 Dipindah dari AS ke Meksiko

Konflik Timur Tengah dini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari.

Presiden AS Donald Trump sempat memberikan peringatan bahwa keselamatan para pemain Iran bisa terancam jika mereka tetap bersikeras melakukan perjalanan ke AS.

Padahal sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut bahwa Trump telah memberikan jaminan bahwa tim Iran tetap diterima dengan baik.

Namun, situasi berbalik pekan lalu ketika Trump memicu kegaduhan dengan menyatakan bahwa timnas Iran sebaiknya tidak datang ke Piala Dunia demi keselamatan mereka sendiri.

Halaman:


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau