KOMPAS.com – Menjelang Lebaran, kebiasaan belanja masyarakat kembali menjadi sorotan.
Derasnya gempuran e-commerce dan promo digital mengundang pertanyaan, apakah masyarakat kini lebih memilih belanja online atau tetap memadati pusat perbelanjaan?
Menurut Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Agung Gunawan, daya beli masyarakat menjelang Lebaran di pusat perbelanjaan masih cukup kuat.
“Kalau daya beli sebetulnya masih cukup tinggi. Jadi Kokas (Mal Kota Kasablanka) sendiri untuk bulan Januari itu transaksi customer naik tiga persen,” ujar Agung saat konferensi pers BINA Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Rojali Ramai Dibahas, APPBI Optimis Belanja di Mal Tetap Jalan Jelang Lebaran
Menurutnya, kenaikan tersebut menunjukkan, bahwa masyarakat masih aktif berbelanja secara langsung di mal.
Ia juga menepis anggapan bahwa generasi muda kini sepenuhnya beralih ke belanja online karena alasan ekonomi.
“Kalau dibilang Gen Z sekarang in this economy, sebenarnya secara data enggak seperti itu. Masih banyak kok yang belanja, bahkan naik tiga persen,” kata Agung yang juga menjabat sebagai General Manager Mal Kota Kasablanka.
Optimisme terhadap belanja secara langsung atau offline juga terlihat dari minat retailer membuka gerai fisik.
Agung menyebut sejumlah brand, khususnya retailer lokal, masih agresif berekspansi ke pusat perbelanjaan.
“Retailer Indonesia yang ingin buka toko di mal itu waiting list-nya. Kalau kita hitung dari tenant-nya, tiga tahun ke belakang masih kuat. Masih banyak yang mau buka toko,” jelasnya.
Menurut Agung, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pusat perbelanjaan masih relevan sebagai destinasi belanja.
Jika minat membuka toko fisik tetap tinggi, hal itu menunjukkan pelaku usaha masih melihat potensi transaksi langsung di mal, termasuk menjelang musim konsumsi seperti Ramadan dan Lebaran.
Baca juga: APPBI Siapkan Program Lebaran, Saatnya Berburu Diskon dan Midnight Sale
press conference BINA (Belanja di Indonesia Aja) Lebaran di Mal Kota Kasablanka, Jumat (13/2/2026).Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, melihat fenomena belanja dari sudut pandang berbeda.
Menurutnya, persoalan saat ini bukan semata-mata soal daya beli naik atau turun.