Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 24 Maret 2026, 14:03 WIB
Nabilla Ramadhian,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Saat ini perbincangan seputar hubungan asmara sering kali didominasi oleh topik perpisahan. Bahkan pasangan yang terlihat serasi pun seringkali tak bisa mempertahankan komitmennya.

Chief Clinical Officer dari Seeking Integrity, Robert B. Weiss, Ph.D. mengungkap, peluang pasangan pengantin baru untuk mempertahankan rumah tangga hingga dua dekade ke depan, ternyata hanya berkisar di angka 50 persen.

"Artinya, separuh dari pasangan suami istri gagal bertahan. Namun, apa yang jarang kita dengar adalah sisi sebaliknya, yakni pasangan yang tetap bersama melewati suka dan duka," tulis dia di Psychology Today, Selasa (24/3/2026).

Weiss menuturkan, ada pembeda antara pasangan yang bertahan lama, dengan pasangan yang pernikahannya kandas di tengah jalan. Apa saja?

Baca juga: Mantap Cerai, Wardatina Mawa Curhat Soal Pernikahan: Seharusnya Jadi Ladang Ibadah, Bukan Ladang Luka

Rahasia pernikahan langgeng

1. Menikmati waktu dan keseruan bersama

Alasan paling mendasar untuk bertahan dalam sebuah ikatan adalah karena hubungan tersebut terasa menyenangkan.

Ilustrasi pasangan, ilustrasi kencan.Google Gemini AI Ilustrasi pasangan, ilustrasi kencan.

Agar pernikahan awet, pastikan kamu dan pasangan rutin menghabiskan waktu luang yang seru bersama, seperti melakukan hobi dan kegiatan bersama lainnya yang selalu diiringi dengan tawa.

"Sering kali, ketika hubungan sedang sulit, itu bukan karena percikan asmaranya telah menghilang, melainkan karena keseruannya telah pudar," kata Weiss.

Baca juga: Benarkah Usia Pernikahan di Bawah 10 Tahun Rawan Konflik dan Berisiko Cerai?

2. Menjaga komunikasi tetap hidup

Coba ingat seberapa intens kamu mengobrol saat masih pacaran. Kebiasaan saling menelepon dan bertukar pesan itu tidak seharusnya berhenti hanya karena kamu sudah menikah atau memiliki anak.

Apa pun kondisinya, usahakan selalu menyisihkan waktu khusus berdua setiap hari untuk sekadar berbicara dan menjaga ikatan emosional. Jadikan rutinitas ini sebagai sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat.

3. Membangun kepercayaan melalui kerentanan

Kepercayaan adalah elemen paling penting. Ketika kamu berdua saling percaya dan saling melindungi, fondasi rumah tangga akan menjadi sangat kokoh.

Baca juga: 9 Tanda Pasangan Punya Masalah Kepercayaan

Saling menghormati juga merupakan salah satu tips pernikahan yang bahagia.SHUTTERSTOCK Saling menghormati juga merupakan salah satu tips pernikahan yang bahagia.

Langkah efektif untuk memperdalam rasa ini adalah dengan berani menunjukkan kerentanan untuk membagikan kebutuhan tanpa takut dihakimi oleh pasangan.

"Kepercayaan tentu saja dimulai dengan komunikasi yang terbuka dan jujur. Artinya, jika kamu membutuhkan dukungan emosional atau jenis dukungan lainnya dari pasangan, kamu harus mengungkapkannya," tutur Weiss.

Baca juga: 7 Pasangan Shio yang Paling Langgeng Menurut Astrologi Tiongkok

4. Santai menghadapi perbedaan pendapat

Konflik wajar terjadi dalam hubungan jangka panjang. Namun, perdebatan tidak perlu sampai menghancurkan pernikahan.

Sebagian besar pasangan yang sehat menyadari, terkadang mereka harus "sepakat untuk tidak sepakat". Perbedaan pendapat tidak semestinya dibiarkan menumpuk hingga berubah menjadi dendam.

"Jadi, tidak masalah jika kamu dan pasangan tidak selalu sepemikiran, asalkan kamu dapat tidak sependapat secara damai, setidaknya di sebagian besar waktu," ujar Weiss.

Halaman:


Terkini Lainnya
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Caption LDR Singkat Aesthetic yang Bikin Jarak Terasa Dekat
Wellness
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau