KOMPAS.com - Tahukah kamu bahwa perubahan tidak biasa pada rambut bisa menyimpan petunjuk penting mengenai kondisi tubuh secara keseluruhan?
Berbagai riset medis menunjukkan, perubahan pada wujud, tekstur, maupun ketebalan rambut, bisa menjadi alarm awal dari berbagai penyakit yang mendasarinya.
Hal ini berkaitan erat dengan masalah genetika, tingkat stres, hingga indikasi kekurangan nutrisi yang mungkin sedang kamu alami tanpa disadari. Misalnya adalah stres oksidatif yang berkaitan dengan perubahan warna rambut.
Baca juga: 9 Kesalahan Perawatan Rambut Usia 50 ke atas yang Bikin Rambut Rusak
“Stres oksidatif, yaitu ketika radikal bebas yang merusak sel menghambat proses perbaikan tubuh, dapat memengaruhi sel-sel penghasil pigmen,” kata dokter spesialis kulit dari Permanente Medical Group di Vallejo, California, Amerika Serikat (AS), Paradi Mirmirani, MD, dilansir dari Everyday Health, Rabu (25/3/2026).
Kemunculan uban memang bagian wajar dari proses penuaan ketika folikel mulai mengurangi produksi warna.
Ilustrasi rambut ubanan.Akan tetapi, tekanan pikiran yang berat juga terbukti mampu mempercepat kerusakan DNA yang memicu uban, sekaligus memicu kerontokan.
Genetik juga punya andil besar. Jika orangtuamu beruban di usia tertentu, kemungkinan besar kamu akan mewarisi pola waktu yang sama.
Helaian yang mudah patah dan rapuh kerap dikaitkan dengan sindrom Cushing. Ini adalah penyakit langka akibat lonjakan kadar kortisol atau hormon stres utama di dalam tubuh.
Penyakit ini disertai gejala penyerta lain yang lebih kentara seperti kelelahan luar biasa, memar, nyeri punggung, hingga tekanan darah tinggi.
Pengobatannya bisa melibatkan penyesuaian dosis obat, tindakan operasi, kemoterapi, hingga terapi radiasi jika pemicunya adalah tumor ganas.
Kondisi hipotiroidisme, yakni ketika kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon dalam jumlah memadai, kerap membuat rambut makin tipis.
Di samping masalah penipisan rambut, penderitanya biasanya mengeluhkan kulit kering, nyeri leher, penyakit kuning, lonjakan berat badan, sakit tenggorokan, pembengkakan lidah, hingga gerakan tubuh yang lambat. Penanganannya membutuhkan tes hormon Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan resep obat medis.
Apabila sisir atau lantai kamar mandimu tiba-tiba dipenuhi rontokan rambut, bisa jadi itu adalah alarm tubuh akan kurangnya zat besi.
Kondisi anemia defisiensi besi ini rentan dialami oleh vegetarian atau wanita dengan siklus haid yang deras.
Baca juga: Makna di Balik Potong Rambut Setelah Putus Cinta
Ilustrasi rambut rontok."Belum sepenuhnya diketahui mengapa zat besi rendah dapat menyebabkan kerontokan, tetapi zat besi sangat penting bagi banyak reaksi biologis, termasuk pertumbuhan rambut," ungkap dokter spesialis kulit Rebecca Baxt, MD.