Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti di Balik 6 Kondisi Rambut, Bisa Jadi Tanda Ada Masalah Kesehatan Tubuh

Kompas.com, 26 Maret 2026, 13:05 WIB
Nabilla Ramadhian,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tahukah kamu bahwa perubahan tidak biasa pada rambut bisa menyimpan petunjuk penting mengenai kondisi tubuh secara keseluruhan?

Berbagai riset medis menunjukkan, perubahan pada wujud, tekstur, maupun ketebalan rambut, bisa menjadi alarm awal dari berbagai penyakit yang mendasarinya.

Hal ini berkaitan erat dengan masalah genetika, tingkat stres, hingga indikasi kekurangan nutrisi yang mungkin sedang kamu alami tanpa disadari. Misalnya adalah stres oksidatif yang berkaitan dengan perubahan warna rambut.

Baca juga: 9 Kesalahan Perawatan Rambut Usia 50 ke atas yang Bikin Rambut Rusak

“Stres oksidatif, yaitu ketika radikal bebas yang merusak sel menghambat proses perbaikan tubuh, dapat memengaruhi sel-sel penghasil pigmen,” kata dokter spesialis kulit dari Permanente Medical Group di Vallejo, California, Amerika Serikat (AS), Paradi Mirmirani, MD, dilansir dari Everyday Health, Rabu (25/3/2026).

Sinyal penyakit dari rambut

1. Genetik dan stres picu uban

Kemunculan uban memang bagian wajar dari proses penuaan ketika folikel mulai mengurangi produksi warna.

Ilustrasi rambut ubanan.Google Gemini AI Ilustrasi rambut ubanan.

Akan tetapi, tekanan pikiran yang berat juga terbukti mampu mempercepat kerusakan DNA yang memicu uban, sekaligus memicu kerontokan.

Genetik juga punya andil besar. Jika orangtuamu beruban di usia tertentu, kemungkinan besar kamu akan mewarisi pola waktu yang sama.

2. Rambut rapuh dan sindrom Cushing

Helaian yang mudah patah dan rapuh kerap dikaitkan dengan sindrom Cushing. Ini adalah penyakit langka akibat lonjakan kadar kortisol atau hormon stres utama di dalam tubuh.

Penyakit ini disertai gejala penyerta lain yang lebih kentara seperti kelelahan luar biasa, memar, nyeri punggung, hingga tekanan darah tinggi.

Pengobatannya bisa melibatkan penyesuaian dosis obat, tindakan operasi, kemoterapi, hingga terapi radiasi jika pemicunya adalah tumor ganas.

3. Penipisan akibat gangguan tiroid

Kondisi hipotiroidisme, yakni ketika kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon dalam jumlah memadai, kerap membuat rambut makin tipis.

Di samping masalah penipisan rambut, penderitanya biasanya mengeluhkan kulit kering, nyeri leher, penyakit kuning, lonjakan berat badan, sakit tenggorokan, pembengkakan lidah, hingga gerakan tubuh yang lambat. Penanganannya membutuhkan tes hormon Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dan resep obat medis.

4. Kerontokan sebagai tanda anemia

Apabila sisir atau lantai kamar mandimu tiba-tiba dipenuhi rontokan rambut, bisa jadi itu adalah alarm tubuh akan kurangnya zat besi.

Kondisi anemia defisiensi besi ini rentan dialami oleh vegetarian atau wanita dengan siklus haid yang deras.

Baca juga: Makna di Balik Potong Rambut Setelah Putus Cinta

Ilustrasi rambut rontok.Dok. Envato Ilustrasi rambut rontok.

"Belum sepenuhnya diketahui mengapa zat besi rendah dapat menyebabkan kerontokan, tetapi zat besi sangat penting bagi banyak reaksi biologis, termasuk pertumbuhan rambut," ungkap dokter spesialis kulit Rebecca Baxt, MD.

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau