Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ilham Arief Sirajuddin Hengkang dari Demokrat, Pilih Kembali Berlabuh ke Golkar

Kompas.com, 29 Mei 2022, 17:32 WIB
David Oliver Purba

Editor

KOMPAS.com- Ilham Arief Sirajuddin (IAS) hengkang dari Partai Demokrat. Politisi senior tersebut kembali ke Partai Golkar. 

IAS memilih kembali ke Golkar setelah gagal menjadi ketua Demokrat Sulsel.

Baca juga: Ilham Arief Hanya Divonis 4 Tahun Penjara, KPK Akan Ajukan Banding

Meski menang pemilihan 16 suara Musda lalu, tetapi DPP Demokrat lebih memilih Ni'matullah Erbe.

Padahal Ni'matullah hanya meraup delapan suara plus LPJ yang ditolak.

Baca juga: KPK Akan Tahan Ilham Arief Sirajuddin setelah Penyidikan Selesai

"Insya Allah pekan ini saya akan kembali ke rumah lama saya," ujar IAS, saat menjawab pertanyaan sejumlah tokoh masyarakat di sela-sela Halalbihalal di Pattallassang, Takalar, Kamis (26/5/2022).

Rumah lama yang IAS maksud adalah Partai Golkar. Partai yang pernah dia pimpin selama tiga tahun sebelum berlabuh ke Partai Demokrat.

IAS memastikan kembali ke Golkar setelah melalui perenungan panjang. Termasuk sepanjang Ramadhan.

IAS ingin kembali ke Golkar setelah paham bahwa mekanisme organisasi di internal Golkar menawarkan proses suksesi yang lebih demokratis.

Bahkan pada level penjaringan calon gubernur nanti, Golkar memiliki mekanisme yang juga Demokratis.

Politisi matang pengalaman ini juga mengungkap cerita di balik kepindahannya ke Golkar di tengah maraknya tawaran bergabung dari partai lain.

IAS mengaku Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe sebagai tokoh yang pertama mengajaknya kembali ke Golkar.

Setelah membangun komunikasi lebih jauh, IAS kemudian mendapat sambutan hangat setelah sowan ke sejumlah elite DPP Golkar, terutama yang berdarah Sulsel.

Seperti Nurdin Halid, Erwin Aksa, Muhiddin, dan Supriansa.

Semangat lain didapatkan untuk bergabung Golkar dari elite lain seperti Dolly Kurnia dan beberapa sepuh Golkar di Jakarta.

"Saya berterima kasih untuk semua itu. Dan saya memang merasa seolah akan kembali ke rumah lama sendiri," tegas satu-satunya tokoh Sulsel yang sudah secara terbuka menyatakan akan maju pilgub Sulsel ini.

Disambut kader Golkar

Halaman:


Terkini Lainnya
Peredaran Rokok Ilegal di Sulsel Melonjak 240 Persen, Negara Rugi Rp 16 Miliar
Peredaran Rokok Ilegal di Sulsel Melonjak 240 Persen, Negara Rugi Rp 16 Miliar
Makassar
Granat Nanas Aktif Ditemukan di Tong Sampah Belakang Kantor BPN Makassar, Polda Sulsel: Masih Baru, Buatan Pabrik
Granat Nanas Aktif Ditemukan di Tong Sampah Belakang Kantor BPN Makassar, Polda Sulsel: Masih Baru, Buatan Pabrik
Makassar
Transformasi Nurmi: Dari Menemani Suami, Kini Jadi Juragan Kakao di Luwu Utara
Transformasi Nurmi: Dari Menemani Suami, Kini Jadi Juragan Kakao di Luwu Utara
Makassar
Jadwal Keberangkatan Haji Maros 2026, Kloter 14 Masuk Asrama 30 April
Jadwal Keberangkatan Haji Maros 2026, Kloter 14 Masuk Asrama 30 April
Makassar
Ruang Staf Kantor Gubernur Sulsel Diduga Dibobol Maling, Laci Meja Diacak-acak
Ruang Staf Kantor Gubernur Sulsel Diduga Dibobol Maling, Laci Meja Diacak-acak
Makassar
Usai Lebaran 2026, Jasa Laundry di Makassar Kebanjiran Order 200 Kg Per Hari
Usai Lebaran 2026, Jasa Laundry di Makassar Kebanjiran Order 200 Kg Per Hari
Makassar
Kapal KM Anaya Terbakar di Laut Maluku, 4 ABK Alami Luka Bakar, Basarnas Lakukan Medevac
Kapal KM Anaya Terbakar di Laut Maluku, 4 ABK Alami Luka Bakar, Basarnas Lakukan Medevac
Makassar
Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Aman Hadapi Dampak El Nino
Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Aman Hadapi Dampak El Nino
Makassar
Momen Haru saat Idul Fitri di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Palopo Bertemu Keluarga
Momen Haru saat Idul Fitri di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Palopo Bertemu Keluarga
Makassar
445 Warga Binaan Lapas Palopo Terima Remisi Idul Fitri 2026, Dua Langsung Bebas
445 Warga Binaan Lapas Palopo Terima Remisi Idul Fitri 2026, Dua Langsung Bebas
Makassar
Badan Hisab Rukyat Sulsel Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Badan Hisab Rukyat Sulsel Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Makassar
Pantauan Hilal di Makassar Digelar 19 Maret di Kampus Unismuh
Pantauan Hilal di Makassar Digelar 19 Maret di Kampus Unismuh
Makassar
Viral Video Pemudik Dapat Hampers di Bandara Hasanuddin Makassar, Ini Penjelasan Pengelola
Viral Video Pemudik Dapat Hampers di Bandara Hasanuddin Makassar, Ini Penjelasan Pengelola
Makassar
Mudik Lebaran, Tarif Bus Makassar–Palopo Naik hingga Rp 300.000
Mudik Lebaran, Tarif Bus Makassar–Palopo Naik hingga Rp 300.000
Makassar
3 Pos Disiapkan di Palopo, Polisi Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran
3 Pos Disiapkan di Palopo, Polisi Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran
Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau