PALOPO, KOMPAS.com - Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (22/3/2026) sore) dalam momentum Idul Fitri.
Momen tahunan ini menjadi kesempatan berharga bagi para warga binaan untuk kembali bertemu keluarga setelah sekian lama terpisah oleh jeruji.
Sejak siang hingga sore hari, area kunjungan dipadati keluarga yang datang dari berbagai daerah.
Mereka rela mengantre demi melepas rindu dengan orang tua, pasangan, hingga anak-anak yang tengah menjalani masa pidana.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru. Tangis bahagia pecah saat pelukan akhirnya terwujud setelah lama terpisah.
Baca juga: 445 Warga Binaan Lapas Palopo Terima Remisi Idul Fitri 2026, Dua Langsung Bebas
Momentum Lebaran dimanfaatkan para warga binaan untuk mempererat kembali ikatan keluarga yang sempat terputus oleh keadaan.
Sejumlah pengunjung tampak membawa makanan dari rumah sebagai bentuk kasih sayang.
Hidangan tersebut kemudian disantap bersama dalam suasana hangat, menjadi simbol sederhana kebersamaan yang lama dirindukan.
“Semua orang kalau dapat besukan pasti bahagia. Momen pertemuan ini sangat penting, apalagi hanya terjadi setahun sekali. Saya sangat merindukan kebersamaan bersama keluarga,” kata Cakra, salah seorang warga binaan saat dikonfirmasi, Minggu.
Pihak lapas memberikan layanan kunjungan secara terbuka selama tiga hari Lebaran.
Tidak ada pembatasan jumlah pengunjung, namun durasi pertemuan tetap diatur untuk memastikan seluruh keluarga mendapat kesempatan yang sama.
Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan humanis kepada warga binaan, khususnya pada hari besar keagamaan.
Baca juga: 528 Warga Binaan Lapas Lumajang Dapat Remisi Idul Fitri, 2 Orang Langsung Bebas
“Hari ini kami melaksanakan layanan terbuka selama tiga hari. Kami berharap seluruh pengguna layanan mengikuti tata cara yang sudah ditetapkan agar proses kunjungan berjalan tertib dan lancar,” ucap Jose.
Jose menegaskan seluruh layanan di Lapas diberikan secara gratis tanpa pungutan.
“Kami pastikan semua layanan pemasyarakatan di sini zero pungli, zero biaya. Mulai dari parkiran hingga layanan di dalam tidak dipungut biaya,” ujarnya.