MAKASSAR, KOMPAS.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan beras nasional cukup hingga 10 bulan ke depan.
Amran mengaku telah menghadap presiden RI, Prabowo Subianto untuk membicarakan terkait stok cadangan beras di gudang Bulog, Perhotelan, dan Rumah Tangga.
Selain itu, perhitungan juga memasukkan potensi produksi dari tanaman padi yang masih dalam masa pertumbuhan atau standing crop.
"Artinya apa, kalau cukup 10 bulan ke depan, itu sekarang ini bulan 3 selesai, berarti 9 bulan sampai Desember cukup," kata Amran di Makassar, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Surplus Beras, Indonesia Jajaki Ekspor ke Malaysia dan Papua Nugini
Amran menjelaskan, jika mengacu pada kondisi produksi saat fenomena El Nino 2023-2024, rata-rata produksi beras nasional tetap mencapai minimal 2 juta ton per bulan.
Dengan asumsi panen berlangsung selama 7 bulan ke depan, maka tambahan produksi diperkirakan mencapai sekitar 14 juta ton.
“Kalau itu kita masukkan, maka ketersediaan beras bisa mencukupi hingga Mei tahun depan,” ujarnya.
Baca juga: Wamentan Pastikan Stok Daging Aman Jelang Idul Fitri, Beras Masih 4,06 Juta Ton
Kondisi kekeringan diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan, sehingga menurutnya kondisi tersebut tidak mengganggu ketahanan stok secara signifikan
Amran mengatakan bahwa pemerintah telah melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden dan memastikan langkah antisipasi terus dilakukan.
"Stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan, sedangkan kekeringan hanya 6 bulan, jadi insya Allah aman. kami sudah laporkan bapak presiden," ungkapnya.
Baca juga: Antre 2 Jam Tunggu Khofifah Tiba di Pasar Murah, Lansia: Alhamdulillah Dapat Beras Gratis
Amran mengungkapkan potensi tambahan produksi dari masa tanam April hingga Desember belum sepenuhnya diperhitungkan dalam proyeksi saat ini.
“Jadi secara keseluruhan aman. Stok kita hari ini bahkan tertinggi, mencapai 4,2 juta ton dan diproyeksikan naik menjadi 5 juta ton bulan depan. Ini belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka,” ungkapnya.
Hingga saat ini, menurut Amran permasalahan distribusi, termasuk bahan bakar masih berjalan lancar tanpa kendala.
"Untuk sekarang ini masih lancar-lancar saja Ini masih baik-baik saja," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang