Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ruang Staf Kantor Gubernur Sulsel Diduga Dibobol Maling, Laci Meja Diacak-acak

Kompas.com, 30 Maret 2026, 14:45 WIB
Atri Suryatri Abbas,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

MAKASSAR, KOMPAS.com – Salah satu ruangan staf di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga dibobol maling saat libur Lebaran.

Sejumlah staf Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel terkejut saat kembali bekerja dan mendapati laci meja mereka telah diacak-acak.

"Kami baru tau tadi pagi pada saat masuk kantor semua, ternyata pintu ruangan di semua laci-laci meja di bobol," kata Pranata Humas Ahli Muda Pemprov Sulsel, Sarmini Sallu kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Baca juga: 3 Eks Gubernur Sulsel Tersandung Kasus Korupsi, Terbaru Bahtiar Baharuddin

Laci Meja Rusak, Tak Ada Barang Hilang

Sarmini mengatakan, sebelum libur Lebaran ruangan dalam kondisi terkunci, termasuk laci meja para staf.

Namun, terduga pelaku membuka paksa laci hingga mengalami kerusakan.

"Untuk barang yang hilang tidak ada, cuma kerusakan- kerusakan saja yang ada. Karena mungkin pencurinya cari uang dalam laci-laci kantor," katanya.

Meski tidak ada barang yang hilang, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Satpol PP yang bertugas menjaga keamanan di Kantor Gubernur Sulsel.

"Tadi kami melapor ke satpol pp, kalau untuk kepolisian saat ini belum kami laporkan,karena tidak ada barang yang hilang, kecuali pengurasakan," ujarnya.

Satpol PP Mengaku Belum Terima Laporan

Terpisah, Kepala Satuan Polisi (Satpol) PP Sulsel Andi Arwin Azis mengaku belum menerima laporan terkait dugaan pembobolan tersebut.

"Tidak ada, yang mana. Tidak pernah ada laporan di kami," kata Arwin saat dikonfirmasi awak media.

Baca juga: Maling Kambing Tewas Usai Duel dengan Pemilik di Parung Panjang Bogor

Ia juga menyinggung kasus serupa yang sebelumnya terjadi di ruangan biro umum Kantor Gubernur Sulsel.

Menurutnya, kasus lama tersebut telah selesai setelah pelaku ditangkap dan barang yang diambil dikembalikan.

"Tdak ada itu, tidak pernah itu. Yang kemarin itu kasus lama, pelakunya sudah ditangkap, sudah dikembalikan barangnya, sudah aman, bukan masalah," ujarnya.

Akui Pernah Ada Kelalaian Pengamanan

Arwin mengakui, kejadian pencurian sebelumnya sempat terjadi akibat kelalaian petugas keamanan.

"Kemarin kami dapati pelakunya ketika beraksi. Karena memang waktu itu kelalaian ini (satpol). Ada barang lah yang diambil. Pelaku juga ini biasa masuk di kantor mondar-mandir," kata Arwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Peredaran Rokok Ilegal di Sulsel Melonjak 240 Persen, Negara Rugi Rp 16 Miliar
Peredaran Rokok Ilegal di Sulsel Melonjak 240 Persen, Negara Rugi Rp 16 Miliar
Makassar
Granat Nanas Aktif Ditemukan di Tong Sampah Belakang Kantor BPN Makassar, Polda Sulsel: Masih Baru, Buatan Pabrik
Granat Nanas Aktif Ditemukan di Tong Sampah Belakang Kantor BPN Makassar, Polda Sulsel: Masih Baru, Buatan Pabrik
Makassar
Transformasi Nurmi: Dari Menemani Suami, Kini Jadi Juragan Kakao di Luwu Utara
Transformasi Nurmi: Dari Menemani Suami, Kini Jadi Juragan Kakao di Luwu Utara
Makassar
Jadwal Keberangkatan Haji Maros 2026, Kloter 14 Masuk Asrama 30 April
Jadwal Keberangkatan Haji Maros 2026, Kloter 14 Masuk Asrama 30 April
Makassar
Ruang Staf Kantor Gubernur Sulsel Diduga Dibobol Maling, Laci Meja Diacak-acak
Ruang Staf Kantor Gubernur Sulsel Diduga Dibobol Maling, Laci Meja Diacak-acak
Makassar
Usai Lebaran 2026, Jasa Laundry di Makassar Kebanjiran Order 200 Kg Per Hari
Usai Lebaran 2026, Jasa Laundry di Makassar Kebanjiran Order 200 Kg Per Hari
Makassar
Kapal KM Anaya Terbakar di Laut Maluku, 4 ABK Alami Luka Bakar, Basarnas Lakukan Medevac
Kapal KM Anaya Terbakar di Laut Maluku, 4 ABK Alami Luka Bakar, Basarnas Lakukan Medevac
Makassar
Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Aman Hadapi Dampak El Nino
Menteri Pertanian Pastikan Stok Beras Aman Hadapi Dampak El Nino
Makassar
Momen Haru saat Idul Fitri di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Palopo Bertemu Keluarga
Momen Haru saat Idul Fitri di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Palopo Bertemu Keluarga
Makassar
445 Warga Binaan Lapas Palopo Terima Remisi Idul Fitri 2026, Dua Langsung Bebas
445 Warga Binaan Lapas Palopo Terima Remisi Idul Fitri 2026, Dua Langsung Bebas
Makassar
Badan Hisab Rukyat Sulsel Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Badan Hisab Rukyat Sulsel Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Makassar
Pantauan Hilal di Makassar Digelar 19 Maret di Kampus Unismuh
Pantauan Hilal di Makassar Digelar 19 Maret di Kampus Unismuh
Makassar
Viral Video Pemudik Dapat Hampers di Bandara Hasanuddin Makassar, Ini Penjelasan Pengelola
Viral Video Pemudik Dapat Hampers di Bandara Hasanuddin Makassar, Ini Penjelasan Pengelola
Makassar
Mudik Lebaran, Tarif Bus Makassar–Palopo Naik hingga Rp 300.000
Mudik Lebaran, Tarif Bus Makassar–Palopo Naik hingga Rp 300.000
Makassar
3 Pos Disiapkan di Palopo, Polisi Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran
3 Pos Disiapkan di Palopo, Polisi Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran
Makassar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau