MAKASSAR, KOMPAS.com – Salah satu ruangan staf di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga dibobol maling saat libur Lebaran.
Sejumlah staf Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Sulsel terkejut saat kembali bekerja dan mendapati laci meja mereka telah diacak-acak.
"Kami baru tau tadi pagi pada saat masuk kantor semua, ternyata pintu ruangan di semua laci-laci meja di bobol," kata Pranata Humas Ahli Muda Pemprov Sulsel, Sarmini Sallu kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).
Baca juga: 3 Eks Gubernur Sulsel Tersandung Kasus Korupsi, Terbaru Bahtiar Baharuddin
Sarmini mengatakan, sebelum libur Lebaran ruangan dalam kondisi terkunci, termasuk laci meja para staf.
Namun, terduga pelaku membuka paksa laci hingga mengalami kerusakan.
"Untuk barang yang hilang tidak ada, cuma kerusakan- kerusakan saja yang ada. Karena mungkin pencurinya cari uang dalam laci-laci kantor," katanya.
Meski tidak ada barang yang hilang, kejadian tersebut telah dilaporkan ke Satpol PP yang bertugas menjaga keamanan di Kantor Gubernur Sulsel.
"Tadi kami melapor ke satpol pp, kalau untuk kepolisian saat ini belum kami laporkan,karena tidak ada barang yang hilang, kecuali pengurasakan," ujarnya.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi (Satpol) PP Sulsel Andi Arwin Azis mengaku belum menerima laporan terkait dugaan pembobolan tersebut.
"Tidak ada, yang mana. Tidak pernah ada laporan di kami," kata Arwin saat dikonfirmasi awak media.
Baca juga: Maling Kambing Tewas Usai Duel dengan Pemilik di Parung Panjang Bogor
Ia juga menyinggung kasus serupa yang sebelumnya terjadi di ruangan biro umum Kantor Gubernur Sulsel.
Menurutnya, kasus lama tersebut telah selesai setelah pelaku ditangkap dan barang yang diambil dikembalikan.
"Tdak ada itu, tidak pernah itu. Yang kemarin itu kasus lama, pelakunya sudah ditangkap, sudah dikembalikan barangnya, sudah aman, bukan masalah," ujarnya.
Arwin mengakui, kejadian pencurian sebelumnya sempat terjadi akibat kelalaian petugas keamanan.
"Kemarin kami dapati pelakunya ketika beraksi. Karena memang waktu itu kelalaian ini (satpol). Ada barang lah yang diambil. Pelaku juga ini biasa masuk di kantor mondar-mandir," kata Arwin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang