JEMBER, KOMPAS.com - Ketimpangan antara rencana dan realisasi anggaran Festival Pegon di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, Jawa Timur menuai sorotan dari DPRD Jember.
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menyayangkan kecilnya dukungan dana yang diterima penyelenggara meski sebelumnya telah disepakati alokasi yang jauh lebih besar.
Menurut Candra, dalam pembahasan APBD 2026, legislatif bersama eksekutif telah menyetujui anggaran Rp 200 juta untuk Festival Pegon.
Namun, di lapangan, kata dia, penyelenggara hanya menerima bantuan Rp 7 juta dari Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Jember.
“Ini yang kami sesalkan. Angka yang diterima jauh dari yang sudah disepakati dalam pembahasan anggaran,” ungkapnya kepada Kompas.com, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Minim Anggaran, Festival Pegon Jember Tetap Digelar demi Jaga Warisan Budaya
Tahun sebelumnya, event tahunan masyarakat Jember itu tidak mendapatkan support anggaran dari pemkab karena terkena dampak efisiensi dari Inpres Nomor 1 Tahun 2025.
"Maka kami akhirnya mengupayakan, memperjuangkan niat-niat baik tersebut dengan mengalokasikan anggaran festival Pegon yang akan dilaksanakan tanggal 28 Maret 2026," kata legislator Fraksi PDI-P itu.
Festival Pegon dinilai bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga memiliki nilai historis dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM di kawasan Ambulu dan sekitarnya.
Candra menekankan, Festival Pegon memiliki peran penting sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus momentum kebangkitan ekonomi lokal, terlebih digelar pasca-Lebaran yang sarat makna syukur bagi masyarakat setempat.
Dengan potensi wisata di sekitar Ambulu seperti Papuma dan Watu Ulo, kegiatan ini dinilai bisa memberikan dampak berantai bagi sektor pariwisata dan perdagangan.
Baca juga: Libur Lebaran, Wisatawan Serbu Pantai Papuma–Watu Ulo Jember, Pengunjung Capai 6.121 Orang
Candra memastikan, pihaknya akan menelusuri persoalan ketimpangan rencana anggaran dengan realisasinya tersebut lebih lanjut.
Ia akan mengusulkan pada pimpinan dan berencana memanggil dinas terkait melalui rapat dengar pendapat (RDP).
Hal itu dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai perbedaan antara alokasi anggaran yang disepakati dan realisasi di lapangan.
“Harapannya, ke depan ada konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan, sehingga kegiatan budaya seperti ini benar-benar mendapat dukungan maksimal,” kata dia.
Kendati demikian, Candra mengapresiasi upaya Pemkab Jember dalam mengangkat Festival Pegon sebagai tradisi budaya bernilai historis yang tidak hanya melestarikan kearifan lokal masyarakat Ambulu, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM dan pariwisata.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang