Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bekal Berharga Alwi Farhan dari Tur Eropa, 2 Kali Tekuk Pemain Top 10

Kompas.com, 25 Maret 2026, 14:28 WIB
Indra Citra Sena,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, dianggap mengalami perkembangan signifikan usai merampungkan Tur Eropa. Dia tampil di dua turnamen, All England dan Swiss Open. 

Rangkaian Tur Eropa 2026 jilid I yang meliputi German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters resmi berakhir pada Minggu (22/3/2026). 

Tim bulu tangkis Indonesia gagal membawa pulang satu pun gelar juara. Prestasi tertinggi sebatas dua runner-up di Swiss Open 2026 atas nama Alwi Farhan (tunggal putra) dan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri). 

Alwi Farhan yang tampil dominan sejak babak pertama harus mengakui keunggulan Yushi Tanaka asal Jepang di final Swiss Open 2026. Dia menyerah dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21.

Baca juga: Tanpa Gelar di Tur Eropa, PBSI Rapatkan Barisan Genjot Pemain Muda

Antiklimaks di final, Alwi Farhan tetap menuai pujian dari kepala pelatih tunggal putra utama PBSI, Indra Wijaya. Sorotan tertuju kepada laga semifinal saat anak asuhnya mengandaskan Li Shi Feng

Bukan tanpa alasan Indra Wijaya menyanjung Alwi mengingat Li Shi Feng berstatus unggulan pertama Swiss Open 2026 sekaligus bagian dari Top 10 tunggal putra dunia, tepatnya ranking 7.

Alwi Farhan bahkan memperlihatkan kekuatan mental dengan menikung Li Shi Feng di poin kritis. Dia gigih mengejar dari ketinggalan 6-16 menjadi unggul 18-16 sebelum mengunci skor 21-19 di gim kedua. 

Heroik Kalahkan 2 Unggulan

Perjuangan heroik Alwi Farhan membuktikan kepada Indra Wijaya bahwa anak asuhnya itu sudah siap bersaing dengan pemain-pemain Top 10 tunggal putra dunia. 

Baca juga: Rapor Ganda Putra Indonesia Usai Tur Eropa, Alarm Jelang Piala Thomas

“Secara performa, Alwi tampil sangat baik di rangkaian turnamen ini. Di All England dia bisa mencapai delapan besar, lalu runner-up Swiss Open,” ujar Indra Wijaya dalam keterangan tertulis PBSI. 

"Penampilan Alwi saat mengalahkan Li Shi Feng yang secara level permainan sudah berada di atas. Tapi di final, performanya tidak sebaik saat semifinal,” jelasnya.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, melangkah ke perempat final Swiss Open 2026.PBSI Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, melangkah ke perempat final Swiss Open 2026.

Selain Li Shi Feng, Alwi Farhan juga pecah telur mengalahkan Chou Tien Chen asal Taiwan di babak 16 besar All England 2026. Lawannya itu berstatus unggulan yang menduduki ranking 6 dunia. 

Sayangnya, langkah Alwi harus terhenti di perempat final usai ditekuk Kunlavut Vitidsarn selaku penguasa tunggal putra di ranking BWF. Pencapaian yang bagus untuk ukuran seorang debutan All England. 

Baca juga: Rapor Ganda Putri Indonesia di Tur Eropa, Modal Minimalis Piala Uber

Pekerjaan Rumah Alwi Farhan

Satu penyebab kekalahan Alwi yang digaris bawahi Indra Wijaya usai Tur Eropa adalah kurang maksimalnya proses recovery, sehingga berimbas kepada anjloknya performa di laga krusial. 

“Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting. Ini yang harus menjadi perhatian ke depan agar performa bisa tetap stabil,” tambah Indra.

Berikutnya, Indra Wijaya menegaskan Alwi masih perlu meningkatkan beberapa aspek untuk bisa bersaing lebih konsisten di level tertinggi.

“Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” tandasnya.u

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau