KOMPAS.com - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, dianggap mengalami perkembangan signifikan usai merampungkan Tur Eropa. Dia tampil di dua turnamen, All England dan Swiss Open.
Rangkaian Tur Eropa 2026 jilid I yang meliputi German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters resmi berakhir pada Minggu (22/3/2026).
Tim bulu tangkis Indonesia gagal membawa pulang satu pun gelar juara. Prestasi tertinggi sebatas dua runner-up di Swiss Open 2026 atas nama Alwi Farhan (tunggal putra) dan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri).
Alwi Farhan yang tampil dominan sejak babak pertama harus mengakui keunggulan Yushi Tanaka asal Jepang di final Swiss Open 2026. Dia menyerah dua gim langsung dengan skor 18-21, 12-21.
Baca juga: Tanpa Gelar di Tur Eropa, PBSI Rapatkan Barisan Genjot Pemain Muda
Antiklimaks di final, Alwi Farhan tetap menuai pujian dari kepala pelatih tunggal putra utama PBSI, Indra Wijaya. Sorotan tertuju kepada laga semifinal saat anak asuhnya mengandaskan Li Shi Feng.
Bukan tanpa alasan Indra Wijaya menyanjung Alwi mengingat Li Shi Feng berstatus unggulan pertama Swiss Open 2026 sekaligus bagian dari Top 10 tunggal putra dunia, tepatnya ranking 7.
Alwi Farhan bahkan memperlihatkan kekuatan mental dengan menikung Li Shi Feng di poin kritis. Dia gigih mengejar dari ketinggalan 6-16 menjadi unggul 18-16 sebelum mengunci skor 21-19 di gim kedua.
Perjuangan heroik Alwi Farhan membuktikan kepada Indra Wijaya bahwa anak asuhnya itu sudah siap bersaing dengan pemain-pemain Top 10 tunggal putra dunia.
Baca juga: Rapor Ganda Putra Indonesia Usai Tur Eropa, Alarm Jelang Piala Thomas
“Secara performa, Alwi tampil sangat baik di rangkaian turnamen ini. Di All England dia bisa mencapai delapan besar, lalu runner-up Swiss Open,” ujar Indra Wijaya dalam keterangan tertulis PBSI.
"Penampilan Alwi saat mengalahkan Li Shi Feng yang secara level permainan sudah berada di atas. Tapi di final, performanya tidak sebaik saat semifinal,” jelasnya.
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, melangkah ke perempat final Swiss Open 2026.Selain Li Shi Feng, Alwi Farhan juga pecah telur mengalahkan Chou Tien Chen asal Taiwan di babak 16 besar All England 2026. Lawannya itu berstatus unggulan yang menduduki ranking 6 dunia.
Sayangnya, langkah Alwi harus terhenti di perempat final usai ditekuk Kunlavut Vitidsarn selaku penguasa tunggal putra di ranking BWF. Pencapaian yang bagus untuk ukuran seorang debutan All England.
Baca juga: Rapor Ganda Putri Indonesia di Tur Eropa, Modal Minimalis Piala Uber
Satu penyebab kekalahan Alwi yang digaris bawahi Indra Wijaya usai Tur Eropa adalah kurang maksimalnya proses recovery, sehingga berimbas kepada anjloknya performa di laga krusial.
“Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting. Ini yang harus menjadi perhatian ke depan agar performa bisa tetap stabil,” tambah Indra.
Berikutnya, Indra Wijaya menegaskan Alwi masih perlu meningkatkan beberapa aspek untuk bisa bersaing lebih konsisten di level tertinggi.
“Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” tandasnya.u
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang