Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rapor Ganda Putri Indonesia di Tur Eropa, Modal Minimalis Piala Uber

Kompas.com, 22 Maret 2026, 12:37 WIB
Indra Citra Sena,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tiga pasangan ganda putri Indonesia yang paling sering dikirim selama Tur Eropa tidak terlalu bersinar.

Tur Eropa dimulai dari German Open 2026 (24 Februari-1 Maret), kemudian berlanjut ke All England 2026 (3-8 Maret).

Bergeser lagi ke Swiss Open 2026 (10-15 Maret) dan berakhir di Orleans Masters 2026 (17-22 Maret).

Perjalanan ganda putri diawali pasangan Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti di German Open 2026.

Baca juga: Jadwal Final Orleans Masters 2026, Hambar Tanpa Bendera Indonesia

Lanny/Apriyani terhenti di babak 16 besar German Open 2026, sementara Tiwi/Fadia melangkah sampai semifinal sebelum dikalahkan wakil China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo.

Berlanjut ke All England 2026, tiga ganda putri mentas. Tiwi/Fadia disusul Rachel Allessya rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.

Hasilnya, Rose/Febi kandas di babak pertama, Tiwi/Fadia di babak 16 besar dan Ana/Trias di perempat final.

Swiss Open dan Orleans Masters

Usai All England, trio ganda putri bergeser ke Swiss Open 2026. Pencapaian Tiwi/Fadia, Ana/Trias, dan Rose/Febi mengalami penurunan.

Baca juga: Orleans Masters 2026, Perubahan Pola Pikir Bawa Ginting Raih Kemenangan

Tiwi/Fadia dan Ana/Trias tersingkir di babak 16 besar, sedangkan Rose/Febi kembali mengepak koper di babak pertama Swiss Open 2026.

Berlanjut ke Orleans Masters 2026, Tiwi/Fadia ditarik mundur PBSI, menyisakan Ana/Trias dan Rose/Febi.

Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, gagal melangkah ke final Orleans Masters 2026.PBSI Ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, gagal melangkah ke final Orleans Masters 2026.

Ana/Trias hanya bertahan sampai babak 16 besar dan Rose/Febi melangkah ke semifinal. Mereka sama-sama dikalahkan pasangan Jepang, Sumire Nakade/Miyu Takahashi.

"Kami harus belajar bagaimana menjaga poin ketika sudah unggul. Sayang tadi gim kedua sudah lumayan poinnya tapi terkejar," kata Febi Setianingrum. 

Baca juga: Rapor Ganda Putra Indonesia Usai Tur Eropa, Alarm Jelang Piala Thomas

Berbenah untuk Piala Uber 2026

Pelajaran soal konsistensi dan konsentrasi penuh di lapangan dari awal hingga akhir bukan sebatas tertuju kapada Rose/Febi, melainkan dua pasangan lain.

Ganda putri bersama pelatih Karel Mainaky punya waktu sebulan lebih sedikit untuk berbenah dan meningkatkan kemampuan sebelum Piala Uber 2026.

Kejuaraan beregu putri bergengsi, Piala Uber 2026 akan bergulir di Horsens, Denmark, pada 24 April-3 Mei mendatang. 

Drawing Piala Uber 2026 menempatkan Indonesia di Grup C bersama Taiwan, Kanada, dan Australia.

Baca juga: Media China Sebut Alwi dan Ubed Sebagai Ancaman Baru di Thomas Cup 2026

Penampilan ganda putri tergolong krusial untuk menentukan kemenangan di turnamen beregu karena sektor tunggal putri Indonesia praktis bertumpu kepada Putri Kusuma Wardani seorang.

Gap Putri KW dengan tunggal putri yang lebih muda cukup jauh, sehingga kurang bisa diandalkan untuk menyumbang kemenangan di Piala Uber 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Ketika Keunggulan Italia Berubah Jadi Tekanan Setelah Kartu Merah
Internasional
Hasil Brasil Vs Kroasia 3-1: Manuver Vinicius Tekuk Skuad Modric
Hasil Brasil Vs Kroasia 3-1: Manuver Vinicius Tekuk Skuad Modric
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau