Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Timnas Indonesia Tatap FIFA Series, Pengamat Sebut Herdman Tak Punya Banyak Waktu

Kompas.com, 22 Maret 2026, 08:34 WIB
Suci Rahayu,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Keputusan pelatih timnas Indonesia, John Herdman dalam memilih 24 pemain untuk menghadapi FIFA Series 2026 memunculkan banyak perbincangan.

Bukan hanya soal siapa yang masuk, tetapi juga siapa yang harus tersingkir dari skuad Garuda.

Pengamat sepak bola nasional Weshley Hutagalung menilai, daftar pemain yang dipilih pelatih asal Inggris itu tidak bisa lepas dari situasi saat ini.

“Pertama, kita bicara fakta. Saat ini, para pemain di Liga Indonesia sedang menjalani libur kompetisi karena Hari Raya Idul Fitri 1447 H."

"Pertandingan FIFA Series akan digelar pada 27 dan 31 Maret 2026," ujar pengamat yang biasa disapa Bung Wesh itu kepada Kompas.com.

"Artinya, tak cukup banyak waktu bagi John Herdman untuk melakukan persiapan sebagai sebuah tim dengan gaya dan filosofi kepelatihan yang baru dibawanya," imbuhnya.

Baca juga: Skuad Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Persija Sumbang Pemain Terbanyak

Menurutnya, kondisi ini membuat sang pelatih belum memiliki ruang ideal untuk membangun identitas permainan.

Apalagi, belum ada kepastian apakah tim sempat menjalani laga uji coba sebelum menjalani FIFA Series yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sehingga situasi tersebut membuat pemilihan pemain cenderung pragmatis dengan mengandalkan nama-nama yang dianggap siap secara individu.

Dominasi Diaspora Masih Terlihat

Seperti diketahui dari komposisi pemain pilihan Herdman, Weshley melihat tidak banyak perubahan dibanding era pelatih sebelumnya. Dari 24 pemain, sebanyak 14 di antaranya berkarier di luar negeri, dengan mayoritas merupakan pemain diaspora.

Baca juga: John Herdman Pilih 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

“Sekitar 70,8 persen adalah pemain diaspora. Ini menunjukkan kerangka timnas masih mirip dengan sebelumnya. Kali ini, pemain lokal yang dipanggil berjumlah 7 orang," kata jurnalis olahraga senior itu.

Hal ini kembali memunculkan diskusi klasik soal keseimbangan antara pemain yang bermain di Super League 2025-2026 dengan yang berkompetisi di luar negeri.

Yang paling menyita perhatian adalah tidak masuknya sejumlah nama pemain yang pernah jadi langganan Timnas Indonesia di masa lalu, seperti Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, Marc Klok, dan penjaga gawang Ernando Ari harus tersingkir.

Tidak hanya itu, penyerang yang tengah tampil impresif di Super League 2025-2026, Ezra Walian juga gagal masuk skuad akhir untuk FIFA Series 2026.

Baca juga: Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, 17 Nama Terlempar

Di sisi lain, pemain Persija Jakarta yang masih tahap beradaptasi di Liga Indonesia, Mauro Zijlstra, tetap dipertahankan.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau