KOMPAS.com - Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, mendapat banyak pelajaran usai menjalani rangkaian turnamen di Tur Eropa.
Sempat melangkah jauh sampai semifinal All England 2026 dengan status debutan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin justru menurun di dua turnamen berikutnya.
Pasangan muda jebolan PB Djarum ini langsung keok di babak pertama Swiss Open 2026, kemudian mentok lagi di perempat final Orleans Masters 2026.
Padahal, dua turnamen itu berada di level yang lebih rendah dari All England (Super 1000), yakni cuma Super 300.
Baca juga: Tanpa Gelar di Tur Eropa, PBSI Rapatkan Barisan Genjot Pemain Muda
Kualitas lawan mereka otomatis tidak sekuat All England, namun Raymond/Joaquin seperti kesulitan mengeluarkan permainan terbaiknya di Swiss Open dan Orleans Masters.
Penurunan performa Raymond/Joaquin disadari oleh PBSI, dalam hal ini kepala pelatih ganda putra utama, Antonius Budi Ariantho.
Dia menyebutkan beberapa poin evaluasi yang harus dibenahi untuk menempa Raymond/Joaquin menjadi ganda putra elite.
Awalnya, Antonius menilai penampilan Raymond/Joaquin pada debut mereka di All England 2026 sudah cukup baik dan memenuhi target.
Baca juga: Target PBSI Meleset di All England, Raymond/Joaquin Jadi Juru Selamat
"Secara permainan, Raymond/Joaquin menunjukkan potensi yang positif," ujar Antonius Budi Ariantho dalam keterangan tertulis PBSI.
"Namun masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi non-teknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan.
Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, bertanding di All England 2026.Dari sisi teknis, Antonius menambahkan bahwa aspek pertahanan (defense) masih perlu diperkuat karena belum cukup aman.
Selain itu, arah bola Raymond/Joaquin, termasuk saat melakukan pengembalian servis, masih relatif mudah diantisipasi oleh lawan.
Baca juga: Bekal Berharga Alwi Farhan dari Tur Eropa, 2 Kali Tekuk Pemain Top 10
“Ke depan, hal-hal inilah yang akan menjadi fokus pembenahan agar permainan mereka bisa lebih solid dan kompetitif,” jelasnya.
Selain aspek teknis, faktor fisik, mental, dan recovery juga terus menjadi perhatian mengingat padatnya jadwal turnamen sepanjang 2026.
Dalam waktu dekat, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan kembali bertanding mengikuti Kejuaraan Asia 2026 yang bergulir pada 7-12 April mendatang.
Hasil drawing mempertemukan Raymond/Joaquin dengan lawan berat di babak pertama Kejuaraan Asia 2026, yakni Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju asal Korea Selatan.
Baca juga: Update Ranking Dunia BWF, Rival Seangkatan Alwi Farhan Merangkak Naik
Situasi ini menjadi ulangan duel di babak pertama All England 2026. Diharapkan mereka bisa kembali meraih kemenangan seperti sebelumnya.
Raymond/Joaquin mengandaskan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju melalui perjuangan rubber game dengan skor 17-21, 21-12, 21-19.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang