Penulis
CANBERRA, KOMPAS.com – Ketegangan antara China dan Australia kembali memanas, setelah jet tempur Beijing dilaporkan melepaskan suar panas (flare) untuk mengelabui rudal musuh di dekat pesawat patroli militer Australia.
Insiden di Laut China Selatan itu memicu “adu mulut” antara kedua negara yang saling menuding pelanggaran wilayah udara.
Dilansir New York Times, Kementerian Pertahanan Australia pada Senin (20/10/2025) menyatakan, jet tempur China jenis Su-35 melakukan manuver berbahaya dengan melepaskan flare di dekat pesawat patroli maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Udara Australia (RAAF) pada Minggu lalu.
Baca juga: Indonesia Borong Jet Tempur J-10 China, Siap Dampingi Rafale Perancis
“Ini adalah manuver yang tidak aman dan tidak profesional, yang menimbulkan risiko bagi pesawat dan awak kami,” tulis pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Australia.
Insiden terjadi ketika pesawat Australia sedang menjalankan misi patroli pengawasan maritim di wilayah Laut China Selatan, area yang selama ini menjadi pusat sengketa antara sejumlah negara di Asia Tenggara dengan Beijing.
Pemerintah Australia menyampaikan keprihatinannya secara resmi kepada Pemerintah China, meski tidak ada kerusakan pada pesawat P-8A dan tidak ada personel yang terluka dalam insiden tersebut.
Menanggapi tuduhan itu, Komando Teater Selatan Angkatan Udara China mengeklaim bahwa pesawat Australia telah memasuki wilayah udara China di atas Kepulauan Paracel tanpa izin.
“Pasukan kami segera dikerahkan untuk melacak dan memperingatkan pesawat Australia agar menjauh,” demikian pernyataan pihak militer China.
“Tindakan Australia telah secara serius melanggar kedaulatan China,” lanjut pernyataan tersebut.
Kepulauan Paracel sendiri merupakan gugusan pulau yang diklaim oleh China, Vietnam, dan Taiwan, serta menjadi salah satu titik panas dalam sengketa wilayah Laut China Selatan.
Baca juga: Ambisi Eropa Saingi F-35 AS Kandas, Proyek Jet Tempur Generasi Keenam Terancam Gagal
Ilustrasi Laut China Selatan.Insiden terbaru ini memperpanjang daftar konfrontasi udara antara China dan Australia.
Dalam beberapa tahun terakhir, Canberra berulang kali menuduh jet tempur China melakukan manuver berbahaya di udara.
Beijing, di sisi lain, menilai langkah-langkah itu sah karena pesawat Australia dianggap memasuki wilayah udara yang diklaimnya.
Pada November 2023, Angkatan Laut China juga sempat dituding menggunakan pulsa sonar di perairan internasional lepas pantai Jepang, yang mengakibatkan cedera pada penyelam Australia.
Diketahui, meskipun tidak memiliki klaim atas Laut China Selatan, Australia berpihak pada AS dan sekutu-sekutunya dengan mengatakan bahwa klaim Beijing terhadap wilayah tersebut tidak memiliki dasar hukum.
Baca juga: Tantang F-35 AS, Rusia Pamer Jet Tempur Siluman Su-75 Checkmate
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang