Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doni Tata Apresiasi Veda Ega, Podium Moto3 Jadi Tonggak Baru Indonesia

Kompas.com, 27 Maret 2026, 05:39 WIB
Suci Rahayu,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dari Gunung Kidul, langkah Veda Ega Pratama kini menggema hingga panggung dunia. Veda mencatat sejarah dengan finis ketiga pada Moto3 Brasil 2026. Menjadikannya rider Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix.

Capaian tersebut terasa semakin istimewa karena diraih pada musim debutnya di ajang GP.

Konsistensinya berbuah manis di Brasil, saat ia mampu bersaing di barisan depan hingga garis akhir.

Pencapaiannya mendapat apresiasi luas, termasuk dari Doni Tata Pradita, sosok yang menjadi pelopor pembalap Indonesia di ajang internasional.

Penampilannya bukan sekadar sensasi sesaat tetapi menunjukkan proses belajar yang cepat dalam membaca persaingan di kelas Moto3 yang terkenal ketat.

Baca juga: Veda Ega Percaya Diri Tatap Seri Amerika Usai Podium di Moto3 Brasil 2026

“Untuk mencapai titik podium di kelas dunia sangat susah, belum ada sejarah balap Indonesia mampu menorehkan sampai podium,” ujar pembalap yang terjun di Moto3 tahun 2013 itu kepada Kompas.com.

Tapi Veda bisa tampil cukup kompetitif sejak seri 1 sudah memberi kejutan bisa fight di top "3."

Menurutnya hasil yang diraih Veda Ega di Brasil merupakan buah dari adaptasi yang matang sejak seri pertama. 

“Hasil finis ke-5 seri 1 saat di Thailand dan setelah dia memahami karakter peta persaingan lawan di Moto3 jadi sudah bisa menerapkannya di seri kedua sehingga berhasil mendapat podium 3,” imbuhnya.

Kebanggaan dari Generasi Perintis

Baginya, keberhasilan pebalap berusia 17 tahun itu memiliki makna emosional tersendiri.

Sebagai pebalap Indonesia pertama yang menembus ajang dunia, ia melihat lahirnya generasi baru yang mampu melampaui capaian sebelumnya.

Baca juga: Sorotan Media Spanyol Usai Veda Ega Naik Podium di Moto3 2026

“Saya pribadi turut bangga karena Veda Ega berhasil di seri kedua podium 3 di kelas Moto3 Championship. Sangat bangga ada penerus dari Yogya khususnya Wonosari bisa berhasil tampil gemilang di seri kedua di Brasil ini,” tutur Doni Tata.

Ia pun berharap capaian tersebut menjadi pemantik semangat bagi pembalap muda lain di Tanah Air.

“Pesan saya untuk Veda terus berjuang mengharumkan nama Indonesia menjadi pembalap yang hebat mewakili Indonesia khususnya Yogya dan Wonosari. Kita doakan semoga makin sukses dan bisa memberikan motivasi pembalap Indonesia yang lain,” sambungnya.

Yogyakarta, Pusat Lahirnya Talenta, Fasilitas Jadi PR Besar

Halaman:

Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau