Penulis
KOMPAS.com - Grand Mall Bekasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bekasi, sedang menjadi sorotan publik.
Pasalnya, mal legendaris yang berdiri sejak tahun 1998 itu kini ditutup, sehingga tidak ada aktivitas di dalamnya.
Namun ternyata, Grand Mall Bekasi ditutup sementara sejak 1 Januari 2025. Penyebabnya karena lesunya ekonomi yang memengaruhi para tenant.
Baca juga: 8 Ritel Asing Ini Resmi Masuk Indonesia, Siap Ramaikan Mal di Jakarta
Dilansir dari laman Lippo Malls, Grand Mall Bekasi merupakan salah satu portofolio mal milik Lippo Group melalui bendera Lippo Malls.
Sehingga, bisa dikatakan pemilik Grand Mall Bekasi ialah Lippo Group.
Mal dengan lima lantai ini berlokasi dekat dengan simpul transportasi umum seperti Stasiun Kereta Kranji.
Grand Mall Bekasi tercatat memiliki gross floor area (GFA) atau luas lantai kotor 47.667 meter persegi, dan net leasable area (NLA) atau luas lantai yang disewakan 28.699 meter persegi.
Mal ini memiliki beragam pilihan toko ritel, kuliner, dan fasilitas hiburan, menjadikannya tempat yang nyaman untuk berbelanja, makan, dan bersantai bersama keluarga.
Di sisi lain, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Grand Mall Bekasi juga merupakan mal yang dibangun atas kolaborasi dengan Pikko Group.
Pasalnya, mal ini masuk dalam portofolio properti Pikko Group, namun hasil kerja sama dengan pengembang lain.
Nama Grand Mall Bekasi sebagai salah satu portofolio properti Pikko Group pun tercantum di laman resmi perusahaan tersebut.
Baca juga: Era Baru Belanja: Ke Mal Cuma Buat Nongkrong, Beli Barang di Mana?
Senior Head Department Marketing Communication Grand Mall Bekasi, Sufala Handri, mengatakan, Grand Mall Bekasi tutup sementara sejak 1 Januari 2025.
Penutupan ini hanya berlaku untuk area mal, sementara aktivitas di ruko sekitar kawasan masih berjalan seperti biasa.
"Memang kalau untuk operasional Grand Mall Bekasi untuk mal atau ritelnya itu kita tutup sementara sesuai keputusan manajemen sejak 1 Januari 2025. Kalau untuk mal, toko yang buka udah enggak ada," ujarnya dikonfirmasi Jumat (9/10/2025), dikutip dari Kompas.com.
Menurut Sufala, pusat perbelanjaan yang berdiri sejak 1998 itu ditutup sementara karena faktor ekonomi yang turut memengaruhi para tenant.