Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kementerian PU Bakal Bangun Akses Jalan Proyek Waste to Energy

Kompas.com, 25 Oktober 2025, 11:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan membangun akses jalan masuk menuju proyek waste to energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti menuturkan hal ini kepada Kompas.com, usai melaksanakan Rapat Koordinator Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Baca juga: Danantara Bakal Jadi Pemegang Saham 7 Proyek Sampah Jadi Listrik

"Peran (Kementerian) PU kan kita mendukung aja, paling nanti kalau ada akses jalan masuk dan sebagainya. Karena, ini semuanya dilaksanakan oleh Danantara," tegas Diana.

Namun demikian, Diana belum menghitung lebih rinci terkait kebutuhan anggaran untuk akses jalan tersebut.

"Belum. Mereka (Danantara) masih membuat ini dulu (lelang proyek). Kita kan cuma hanya jalannya saja," tegasnya.

Dilirik 204 Investor

CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan, 204 investor dari dalam dan luar negeri tertarik untuk ikut dalam tender (lelang) WTE atau PSEL pada November mendatang.

Rosan menambahkan, 204 investor tersebut berasal dari dalam maupun luar negeri.

"Dan prosesnya ini itu untuk seleksinya dan kita mengharapkan di November. November, ya November pertengahan sudah mulai untuk proses bidding-nya. Dan kita nanti akan melakukan, ya prosesnya kurang lebih sampai awal tahun depan lah ya," ujar Rosan dalam kesempatan yang sama.

Dia memastikan, proyek tersebut sejatinya tetap dijalankan meskipun ada atau tidaknya investor.

Namun demikian, Danantara memang bertugas untuk menarik para investor dalam proyek WTE.

"Karena, kan semua aturannya sudah jelas gitu ya. Dan tadi sudah diumumkan ada tujuh yang sudah siap tidak hanya dari segi sampah, tapi juga dari segi lahan, dan juga dari segi kesediaan airnya nanti, dan kesediaan listrik," tambahnya.

Baca juga: Nambah Lagi, 204 Investor Kepincut Proyek Sampah Disulap Listrik

Namun, hal yang paling penting adalah terdapat jalur distribusi dari PT PLN (Persero).

"Jadi, itu juga secara komprehensif memang sudah siap untuk dilaksanakan," tutur dia.

7 Lokasi Groundbreaking WTE

Sementara Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas membeberkan rincian tujuh lokasi yang sudah siap melaksanakan groundbreaking (peletakan batu pertama) WTE.

Ke-7 daerah tersebut mencakup Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bogor, Tangerang Raya, Semarang, Bekasi Raya, serta Medan Raya.

Zulhas menuturkan, Indonesia sebetulnya telah ketertinggalan hingga akhirnya Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Sampah yang menimbulkan penyakit itu, melalui Imprez itu, sekarang insyaallah akan berubah menjadi energi listrik, akan menjadi lapangan kerja, dan akan menjadi sumber energi yang terbarukan," tuntas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau