Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Penutupan Posko Terpadu Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) pada Senin, 5 Januari 2026, menandai keberhasilan operasional gerbang udara Indonesia pada masa puncak.
Tercatat lima bandara yang menjadi tulang punggung mobilitas nasional, mengelola jutaan penumpang di tengah tantangan cuaca dan kepadatan lalu lintas udara.
Baca juga: 12 Karya Arsitektur Dibuka Tahun Ini, Ada Kebun Anggur di Atap Bandara
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengungkapkan, selama 20 hari masa pemantauan, 37 bandara di bawah naungan InJourney Airports telah melayani secara kumulatif 10,20 juta penumpang.
"Angka ini menunjukkan stabilitas permintaan perjalanan udara yang setara dengan periode tahun sebelumnya, namun dengan efisiensi operasional yang jauh lebih tinggi," ujar Pahlevi dikutip Kompas.com, Selasa (6/1/2026).
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang
Volume: 3,5 Juta penumpang dalam 23.000 penerbangan
Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap tak tergoyahkan sebagai hub utama Indonesia.
Baca juga: Menjelajahi 10 Bandara dengan Arsitektur Paling Ikonik di Dunia
Menangani hampir sepertiga dari total penumpang nasional, CGK membuktikan ketangguhannya dalam mengelola konektivitas domestik dan internasional.
Keberhasilan di sini adalah parameter keberhasilan penerbangan nasional.
2. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS), Bali
Volume: 1,4 Juta penumpang dalam 9.000 penerbangan
Sebagai magnet wisata nomor satu nasional, Bali mencatatkan lonjakan wisatawan akhir tahun yang masif.
Kepadatan di DPS mencerminkan pulihnya kepercayaan turis mancanegara dan tingginya minat liburan domestik ke Pulau Dewata.
3. Bandara Internasional Juanda (SUB), Surabaya
Volume: 863.000 penumpang dalam 6.000 penerbangan
Baca juga: 5 Bandara dengan Landasan Pacu Terpanjang di Indonesia