Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Sebabnya Jalan Beton Baru Tak Langsung Dibuka Meski Sudah Kering

Kompas.com, 20 Januari 2026, 13:06 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Pengendara kerap bertanya-tanya mengapa jalan beton yang baru dicor harus ditutup selama beberapa hari, bahkan hingga lebih dari sepekan.

Padahal, secara kasat mata, cor beton sudah terlihat mengeras hanya satu hari setelah pengecoran selesai.

Menurut praktisi konstruksi jalan dan jembatan Riski Wahyudi, penutupan jalan beton yang baru selesai dicor hingga beberapa hari tersebut bukan tanpa alasan.

Dalam dunia teknik sipil, beton yang tampak keras di permukaan belum tentu memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban lalu lintas.

Setelah pengecoran, beton memang akan mengalami proses setting atau pengikatan awal dalam waktu sekitar 24 jam. Pada tahap ini, beton sudah tampak kering dan keras, tetapi kekuatan strukturnya masih jauh dari sempurna.

‎"Setelah beton setting atau mengeras di hari pertama, kekuatan beton belum sempurna, harus ada perawatan atau curing (perendaman atau penyiraman)," terang Riski saat dihubungi, Selasa (20/1/2025).

Baca juga: Plus Minus Jalan Aspal Menurut Dosen Teknik Sipil

Ia menjelaskan, beton memperoleh kekuatannya secara bertahap melalui reaksi kimia antara semen dan air yang disebut proses hidrasi. Proses inilah yang membutuhkan waktu dan kondisi tertentu agar hasilnya optimal.

Agar proses hidrasi berjalan dengan baik, beton harus mendapatkan perawatan khusus yang disebut curing. Curing bertujuan menjaga kelembapan beton supaya air tidak menguap terlalu cepat, terutama pada hari-hari awal setelah pengecoran.

Perawatan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti perendaman atau penyiraman air secara berkala, lalu penutupan permukaan beton dengan plastik atau karung basah.

"7 hari pertama kekuatan beton normal mencapai 65-75 persen hingga 28 hari mencapakai kekuatan maksimum 100 persen," ujar Riski.

Menurut Dosen Teknik Sipil Untara ini, tanpa curing yang baik, beton berisiko mengalami retak dini dan kekuatannya tidak akan tercapai secara maksimal.

Baca juga: Mana Lebih Awet Jalan Cor Beton Vs Aspal? Ini Kata Dosen Teknik Sipil

Ini jadi alasan utama mengapa jalan yang baru dicor tidak langsung dibuka untuk umum, meskipun sudah tampak keras. Jika dilewati kendaraan terlalu dini, beban lalu lintas dapat merusak struktur beton yang masih muda.

"Itulah kenapa jalan yg baru dicor harus di tutup terlebih dahulu walau sudah mengeras dan dibuka minimal 7 hari," beber Riski.

Pada kondisi tertentu, penutupan jalan bisa lebih singkat jika menggunakan beton khusus, seperti beton mutu tinggi atau beton cepat keras (rapid hardening concrete).

Jenis beton ini dirancang agar mampu mencapai kekuatan awal lebih cepat, sehingga cocok untuk jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

"Kecuali menggunakan beton khusus," ungkap Riski Wahyudi.

Baca juga: Bisakah Aspal Jalan Didaur Ulang Berkali-kali?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau