Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menanti Waldorf Astoria Jakarta, Bakal Hotel Tertinggi di Indonesia

Kompas.com, 25 Maret 2026, 14:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Waldorf Astoria bukan sekadar jenama hotel. Ia adalah simbol sejarah kemewahan dunia yang telah bertahan lebih dari satu abad.

Sejak pertama kali berdiri di New York, Amerika Serikat, pada 1893, jenama ini menjadi rujukan standar layanan tertinggi bagi para bangsawan, presiden, hingga pesohor dunia.

Baca juga: Investor Abu Dhabi Ikut Danai Waldorf Astoria Jakarta, Beroperasi 2027

Kini, legenda tersebut bersiap memuncak di Jakarta pada 2027. Mengambil tempat di Autograph Tower, Thamrin Nine, Waldorf Astoria Jakarta tidak hanya akan menjadi hotel tertinggi di Indonesia, tetapi juga representasi dari kemitraan ekonomi strategis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Sinyal Kepercayaan

Kehadiran Waldorf Astoria di Jakarta menjadi kian istimewa berkat dukungan finansial dari Abu Dhabi Fund for Development (ADFD).

Melalui skema joint venture investment bersama PT Putragaya Wahana, investor asal Timur Tengah ini menaruh kepercayaan besar pada stabilitas properti mewah Indonesia.

Langkah ADFD menjadi validasi global bahwa Jakarta telah sejajar dengan metropolis dunia lainnya.

Baca juga: Alvin Gozali, Pencipta Masterpiece Gedung Tertinggi di Indonesia

Head of JLL Indonesia Capital Markets, Jacintha Tabalujan Herzog, menyebut keterlibatan dana investasi sekelas ADFD sebagai tonggak krusial bagi industri properti nasional.

"Transaksi ini membuktikan bahwa aset perhotelan premium di Indonesia memiliki daya tarik magnetis bagi dana kedaulatan (sovereign funds) internasional," ungkapnya, dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu (25/3/2026).

Masuknya sovereign fund ini menjamin bahwa setiap detail pembangunan di Thamrin Nine akan memenuhi standar kualitas yang sangat ketat, sejalan dengan visi besar Waldorf Astoria global.

Apa yang Membuatnya Istimewa?

Bagi banyak orang, kemewahan sering kali diartikan dengan marmer mahal atau lampu kristal. Namun, Waldorf Astoria memiliki pendekatan berbeda, yakni True Waldorf Service.

Baca juga: Di Balik Mangkuluhur City, Ada Ambisi Bangun Gedung Tertinggi 80 Lantai

Di Jakarta nanti, setiap tamu akan memiliki personal concierge yang bertugas memastikan seluruh kebutuhan terpenuhi bahkan sebelum tamu menapakkan kaki di lobi.

Ini bukan sekadar layanan resepsionis, melainkan asisten pribadi yang mengenal preferensi tidur hingga jadwal pertemuan bisnis Anda yang paling padat.

Berdasarkan standar global Waldorf Astoria, ada beberapa elemen "wajib" yang akan membuat portofolio di Jakarta ini menjadi ikon baru.

Di setiap Waldorf Astoria dunia, area Peacock Alley adalah tempat untuk melihat dan dilihat (to see and be seen).

Di Jakarta, area ini diprediksi akan menjadi titik temu salangan elite dengan latar pemandangan cakrawala kota dari ketinggian ratusan meter.

Baca juga: 10 Gedung Tertinggi di Dunia 2025, Simak Daftarnya

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau