Penulis
KOMPAS.com - Saat menjelang Paskah, banyak umat Kristen bertanya-tanya: sabtu suci pakai warna apa? Pertanyaan sederhana ini menyimpan makna yang dalam, karena tidak hanya soal warna pakaian, melainkan juga tentang simbol iman yang kaya dalam tradisi liturgi Gereja.
Sabtu Suci identik dengan warna liturgi putih yang melambangkan kemenangan, kesucian, dan kehidupan baru, sebagai simbol kebangkitan Kristus setelah wafat di kayu salib.
Untuk memahami hal ini lebih dalam, mari kita mulai dari akar perayaannya: apa yang dimaksud dengan Sabtu Suci?
Baca juga: Jadwal Paskah 2025: Makna, Tanggal Penting, dan Tradisi
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, Sabtu Suci adalah hari terakhir dalam Pekan Suci, tepat sehari sebelum Minggu Paskah. Dalam tradisi Kristen, hari ini memperingati saat Yesus Kristus beristirahat dalam kubur setelah wafat di kayu salib.
Sabtu Suci juga dikenal sebagai Vigili Paskah, yaitu malam penantian sebelum kebangkitan.
Menariknya, dalam tradisi gereja mula-mula, Sabtu Suci dijadikan momen penting untuk pelaksanaan pembaptisan secara besar-besaran.
Di masa kini, umat Kristiani merayakan malam ini dengan Misa Vigili Paskah yang penuh simbolisme: mulai dari penyalaan lilin Paskah sebagai lambang terang Kristus, pembaruan janji baptis, hingga penerimaan anggota baru Gereja melalui baptisan.
Namun, suasana sepanjang siang Sabtu Suci sangat hening dan syahdu.
Menurut Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya dalam buku Pedoman Asisten Imam (2016), Sabtu Suci dimaknai sebagai saat “istirahat, tenang, dan damai”. Tidak ada Perayaan Ekaristi di siang harinya.
Komuni Kudus hanya diberikan sebagai viatikum (bekal suci bagi yang sakit atau sekarat). Bahkan sakramen seperti pernikahan atau penguatan ditiadakan, kecuali Sakramen Tobat dan Pengurapan orang sakit.
Baca juga: Sejarah Paskah: Asal-usul hingga Maknanya
Lalu, muncul pertanyaan: Sabtu Suci identik dengan warna apa? Dalam kalender liturgi, warna memegang peranan penting. Warna menjadi penanda suasana hati rohani yang sedang dijalani umat selama masa ibadah. Ini yang disebut sebagai warna liturgi.
Untuk Sabtu Suci, secara khusus tidak ada ketentuan ketat mengenai warna pakaian yang harus dikenakan oleh jemaat. Namun, umat dianjurkan memakai pakaian yang sopan dan, jika memungkinkan, mengikuti warna liturgi Sabtu Suci.
Menurut Komisi Liturgi Keuskupan Surabaya dalam buku Pedoman Asisten Imam (2016), warna liturgi Sabtu Suci adalah putih.
Warna ini baru dikenakan pada malam hari, saat Misa Vigili Paskah dimulai setelah matahari terbenam. Sebelumnya, gereja dibiarkan dalam kesederhanaan dan keheningan, tanpa kemeriahan warna.
Baca juga: Apa Itu Uskup Emeritus? Mengenal Gelar dalam Gereja Katolik
Mengapa putih? Karena warna ini sarat makna spiritual. Warna putih dalam liturgi Kristen menandakan kemurnian, kegembiraan, kemenangan, dan kehidupan baru, semua hal yang relevan dengan perayaan kebangkitan Yesus Kristus.