Editor
KOMPAS.com - Siswa kelas 8 SMP yang mempelajari Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka akan menemukan tugas pada halaman 147 yang membahas perbandingan puisi diafan dan puisi prismatis.
Pada bagian ini, siswa diminta membaca beberapa bait puisi, kemudian menentukan apakah puisi tersebut termasuk puisi yang bermakna langsung atau menggunakan bahasa kias.
Materi ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam memahami makna puisi, baik yang disampaikan secara sederhana maupun melalui gaya bahasa yang lebih puitis.
Melansir dari buku Pembelajaran Puisi untuk Mahasiswa (2018) karya Harun, puisi diafan merupakan puisi yang menggunakan bahasa sederhana dengan makna yang jelas sehingga mudah dipahami pembaca.
Sementara puisi prismatis adalah puisi yang menggunakan pilihan kata, imaji, dan majas secara puitis sehingga maknanya tidak disampaikan secara langsung.
Makna dalam puisi prismatis dapat ditafsirkan dengan berbagai cara oleh pembaca.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 130 Kurikulum Merdeka, Teks “Smong”
Melansir dari buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII (2021) karya Maya Lestari Gusfitri dan Elly Delfia, berikut kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 8 halaman 147, yaitu:
Sahabatku bernama Farid
Orangnya jenaka
Suka melontarkan lelucon sepanjang waktu
Penjelasan: Makna jelas dan langsung, seperti bahasa sehari-hari
Aku membeli topi
Pedagangnya sudah tua
Setiap hari membawa berlusin-lusin topi di keranjang
Penjelasan: Kalimat sederhana, mudah dipahami tanpa makna kias.
Setelah 10 tahun, aku melihatnya lagi
Tubuhnya seperti daun yang dimakan ulat
Keropos oleh sakit
Kopong oleh waktu
Penjelasan: Mengandung majas (perbandingan dan kiasan), makna lebih dalam.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 172 Kurikulum Merdeka, Teks Pidato OSIS
Ketika dia tersenyum
Aku bisa melihat warna-warni dunia, segala irama, juga tawa
Berhamburan di sekitarnya
Penjelasan: Mengandung imaji dan makna tidak langsung.