Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serba-serbi Klasemen Akhir Medali Emas SEA Games 2025, Indonesia Jaya!

Kompas.com, 20 Desember 2025, 18:40 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com - Klasemen akhir medali SEA Games 2025 menempatkan Kontingen Indonesia di peringkat kedua dengan perolehan terbaik dalam 30 tahun lebih.

Kontingen Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan 333 medali di mana 91 di antaranya merupakan medali emas.

Ini menjadi rekor tandang terbaik dalam 32 tahun, melampaui target dan menegaskan kebangkitan prestasi regional.

Kontingen Indonesia mencatatkan jumlah medali emas terbanyak untuk suatu SEA Games tandang sejak SEA Games Manila 1991.

Catatan terbaik tandang Indonesia masih terjadi pada SEA Games 1989 Kuala Lumpur (102 emas) disusul SEA Games 1991 Manila.

Beberapa catatan sejarah ditorehkan seperti ketika Timnas Futsal Indonesia mengalahkan Thailand sang penguasa SEA Games dengan skor 6-1 untuk meraih medali emas perdana mereka.

Baca juga: Kata Coach Justin soal Kunci Timnas Futsal Indonesia Raih Emas SEA Games 2025

Pasukan Hector Couto merontokkan tuan rumah Thailand yang sebelum ini selalu memenangkan medali emas dalam lima edisi SEA Games di mana futsal dipertandingkan sejak 2007.

Selain itu, Tim Es Hoki Putra Indonesia juga berhasil menang dramatis atas juara bertahan Thailand pada laga final. Ini juga menjadi medali emas pertama tim Es Hoki Putra di SEA Games.

Klasemen Medali SEA Games

No Kontingen Emas Perak Perunggu Total
1
Thailand
232 154 106 492
2
Indonesia
91 111 129 331
3
Vietnam
86 79 110 275
4
Malaysia
56 57 116 229
5
Singapore
52 60 86 198
6
Philippines
50 73 153 276
7
Myanmar
3 21 46 70
8
Laos
2 9 27 38
9
Brunei
1 3 5 9
10
Timor-Leste
0 1 7 8
11
Cambodia
0 0 0 0

*Update terakhir Sabtu (20/12/2025) pukul 06:19 WIB

Cabor Penyumbang Medali Terbanyak

Beberapa cabor mencatatkan diri sebagai penyumbang medali terbanyak buat Tim Indonesia, yakni Atletik (9 emas, 5 perak, 6 perunggu), menembak (6 emas, 9 perak, 8 perunggu) dan cabang olahraga panahan (6 emas, 2 perak). 

Pelari Indonesia Dina Aulia (tengah) berpose dengan rekan senegaranya Emilia Nova (kiri) dan pelari Vietnam Thi My Tien Huynh (kanan) usai upacara penghargaan pemenang (UPP) final nomor lari gawang 100 meter putri SEA Games 2025 di Suphachalasai National Stadium, Pathum Wan, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025). Dina Aulia meraih medali emas dengan catatan waktu 13,21 detik, sedangkan medali perak diraih pelari Indonesia Emilia Nova dengan catatan waktu 13,27 detik dan medali perunggu diraih pelari Vietnam Thi My Tien Huynh dengan catatan waktu 13,43 detik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI Pelari Indonesia Dina Aulia (tengah) berpose dengan rekan senegaranya Emilia Nova (kiri) dan pelari Vietnam Thi My Tien Huynh (kanan) usai upacara penghargaan pemenang (UPP) final nomor lari gawang 100 meter putri SEA Games 2025 di Suphachalasai National Stadium, Pathum Wan, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025). Dina Aulia meraih medali emas dengan catatan waktu 13,21 detik, sedangkan medali perak diraih pelari Indonesia Emilia Nova dengan catatan waktu 13,27 detik dan medali perunggu diraih pelari Vietnam Thi My Tien Huynh dengan catatan waktu 13,43 detik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

Menembak juga menjadi cabor yang paling banyak meraih total medali lewat 23 medali, atletik dengan 20 medali, pencak silat 12 medali, serta renang dan balap sepeda dengan 11 medali. 

Di puncak, Thailand menjadi penguasa jumlah medali akhir dengan torehan 495 medali dengan 233 di antaranya merupakan medali emas.

Angka tersebut merupakan jumlah medali emas tertinggi sepanjang pergelaran SEA Games.

Baca juga: Singgung Bonus SEA Games 2025, Presiden Prabowo: Pejuang-Pejuang Kita Hormati, Kita Hargai

Apresiasi Tinggi Ketua Umum NOC Indonesia

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan seluruh atlet yang tergabung bersama kontingen Merah Putih. 

“Peringkat kedua dengan raihan 91 medali emas adalah prestasi yang sangat membanggakan dan bersejarah," ujar Okto dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Sabtu (20/12/2025).

"Ini menjadi pencapaian terbaik Indonesia dalam 30 tahun terakhir, sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga nasional berjalan di jalur yang tepat."

"Terima kasih kepada para atlet, pelatih, ofisial, federasi cabang olahraga, serta dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Okto.

Indonesia di Jalur Tepat Kejayaan Asia Tenggara

Pengamat olahraga Gatot S. Dewa Broto menilai apa yang telah ditunjukkan di SEA Games Thailand ini menunjukkan Indonesia berada di jalur tepat untuk kembali ke masa jaya olahraga Asia Tenggara.

“Tampil di SEA Games ketika bukan kita tuan rumah memang masih menjadi tantangan berat," tuturnya dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Indonesia Cetak Sejarah dalam 30 Tahun di SEA Games 2025

"Sejak SEA Games Singapura 1993, kita tidak pernah lagi membawa pulang lebih dari 88 emas. Kini, mimpi buruk selama 32 tahun itu berhasil kita lewati."

“Tentu rekor baru dalam keikutsertaan kita di ajang multi event tidak hanya berhenti di sini," ujarnya melanjutkan.

"Kita harus ciptakan lagi sejarah baru dengan pencapaian tersukses di Asian Games mendatang."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau