Penulis
KOMPAS.com - Klasemen akhir medali SEA Games 2025 menempatkan Kontingen Indonesia di peringkat kedua dengan perolehan terbaik dalam 30 tahun lebih.
Kontingen Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan 333 medali di mana 91 di antaranya merupakan medali emas.
Ini menjadi rekor tandang terbaik dalam 32 tahun, melampaui target dan menegaskan kebangkitan prestasi regional.
Kontingen Indonesia mencatatkan jumlah medali emas terbanyak untuk suatu SEA Games tandang sejak SEA Games Manila 1991.
Catatan terbaik tandang Indonesia masih terjadi pada SEA Games 1989 Kuala Lumpur (102 emas) disusul SEA Games 1991 Manila.
Beberapa catatan sejarah ditorehkan seperti ketika Timnas Futsal Indonesia mengalahkan Thailand sang penguasa SEA Games dengan skor 6-1 untuk meraih medali emas perdana mereka.
Baca juga: Kata Coach Justin soal Kunci Timnas Futsal Indonesia Raih Emas SEA Games 2025
Pasukan Hector Couto merontokkan tuan rumah Thailand yang sebelum ini selalu memenangkan medali emas dalam lima edisi SEA Games di mana futsal dipertandingkan sejak 2007.
Selain itu, Tim Es Hoki Putra Indonesia juga berhasil menang dramatis atas juara bertahan Thailand pada laga final. Ini juga menjadi medali emas pertama tim Es Hoki Putra di SEA Games.
| No | Kontingen | Emas | Perak | Perunggu | Total |
| 1 |
|
232 | 154 | 106 | 492 |
| 2 |
|
91 | 111 | 129 | 331 |
| 3 |
|
86 | 79 | 110 | 275 |
| 4 |
|
56 | 57 | 116 | 229 |
| 5 |
|
52 | 60 | 86 | 198 |
| 6 |
|
50 | 73 | 153 | 276 |
| 7 |
|
3 | 21 | 46 | 70 |
| 8 |
|
2 | 9 | 27 | 38 |
| 9 |
|
1 | 3 | 5 | 9 |
| 10 |
|
0 | 1 | 7 | 8 |
| 11 |
|
0 | 0 | 0 | 0 |
*Update terakhir Sabtu (20/12/2025) pukul 06:19 WIB
Beberapa cabor mencatatkan diri sebagai penyumbang medali terbanyak buat Tim Indonesia, yakni Atletik (9 emas, 5 perak, 6 perunggu), menembak (6 emas, 9 perak, 8 perunggu) dan cabang olahraga panahan (6 emas, 2 perak).
Pelari Indonesia Dina Aulia (tengah) berpose dengan rekan senegaranya Emilia Nova (kiri) dan pelari Vietnam Thi My Tien Huynh (kanan) usai upacara penghargaan pemenang (UPP) final nomor lari gawang 100 meter putri SEA Games 2025 di Suphachalasai National Stadium, Pathum Wan, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025). Dina Aulia meraih medali emas dengan catatan waktu 13,21 detik, sedangkan medali perak diraih pelari Indonesia Emilia Nova dengan catatan waktu 13,27 detik dan medali perunggu diraih pelari Vietnam Thi My Tien Huynh dengan catatan waktu 13,43 detik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Menembak juga menjadi cabor yang paling banyak meraih total medali lewat 23 medali, atletik dengan 20 medali, pencak silat 12 medali, serta renang dan balap sepeda dengan 11 medali.
Di puncak, Thailand menjadi penguasa jumlah medali akhir dengan torehan 495 medali dengan 233 di antaranya merupakan medali emas.
Angka tersebut merupakan jumlah medali emas tertinggi sepanjang pergelaran SEA Games.
Baca juga: Singgung Bonus SEA Games 2025, Presiden Prabowo: Pejuang-Pejuang Kita Hormati, Kita Hargai
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan seluruh atlet yang tergabung bersama kontingen Merah Putih.
“Peringkat kedua dengan raihan 91 medali emas adalah prestasi yang sangat membanggakan dan bersejarah," ujar Okto dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Sabtu (20/12/2025).
"Ini menjadi pencapaian terbaik Indonesia dalam 30 tahun terakhir, sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga nasional berjalan di jalur yang tepat."
"Terima kasih kepada para atlet, pelatih, ofisial, federasi cabang olahraga, serta dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Okto.
Pengamat olahraga Gatot S. Dewa Broto menilai apa yang telah ditunjukkan di SEA Games Thailand ini menunjukkan Indonesia berada di jalur tepat untuk kembali ke masa jaya olahraga Asia Tenggara.
“Tampil di SEA Games ketika bukan kita tuan rumah memang masih menjadi tantangan berat," tuturnya dalam rilis yang diterima Kompas.com.
Baca juga: Indonesia Cetak Sejarah dalam 30 Tahun di SEA Games 2025
"Sejak SEA Games Singapura 1993, kita tidak pernah lagi membawa pulang lebih dari 88 emas. Kini, mimpi buruk selama 32 tahun itu berhasil kita lewati."
“Tentu rekor baru dalam keikutsertaan kita di ajang multi event tidak hanya berhenti di sini," ujarnya melanjutkan.
"Kita harus ciptakan lagi sejarah baru dengan pencapaian tersukses di Asian Games mendatang."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang