Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Imsak, Penanda Dimulainya Puasa yang Hanya Ada di Indonesia

Kompas.com, 15 Maret 2024, 23:00 WIB
Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti,
Widya Lestari Ningsih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menurut pemahaman mayoritas umat Islam Indonesia, imsak adalah waktu beberapa menit sebelum azan subuh yang menjadi penanda untuk berhenti makan sahur.

Dengan kata lain, imsak dimaknai sebagai tanda dimulainya waktu berpuasa di bulan Ramadan.

Seruan imsak biasanya dikumandangkan oleh masjid-masjid sekitar 10 menit sebelum azan subuh.

Perlu diketahui, imsak merupakan tradisi yang hanya ada setiap bulan Ramadan di Indonesia.

Bahkan pada zaman Nabi tidak ada imsak seperti yang dikenal umat Islam Indonesia saat ini.

Lantas, siapa yang menciptakan imsak? Berikut ini sejarahnya.

Baca juga: Sejarah Puasa Ramadan

Arti imsak dan sejarah kemunculannya

Melansir gramedia.com, istilah imsak berasal dari bahasa Arab yang menurut Wassim Afifi memiliki arti puasa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), imsak adalah saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.

Imsak juga diartikan berpantang dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sidik sampai datang waktu berbuka.

Dari dua pengertian tersebut, istilah imsak berarti berpantang dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar alias saat adzan Subuh sampai datang waktu berbuka atau ketika azan magrib berkumandang.

Menurut Ustad Abdul Somad, pada zaman Nabi istilah imsak belum ada. Imsak baru dikenal pada periode mazhab syafi’i, yang muncul pada abad ke-8.

Pada waktu itu, imsak merupakan "lampu kuning" yang digunakan sebagai tanda bahwa seseorang harus bersiap berhenti makan sahur.

Akan tetapi, jika seseorang baru terbangun saat waktu imsak, mereka tetap boleh makan dan minum hingga terdengar adzan subuh.

Baca juga: Sejarah Salat Tarawih 8 dan 20 Rakaat

Pada Ramadan 1262 H atau pada September 1846, muncul istilah imsakiyah di Mesir.

Imsakiyah berisi mengenai informasi salat lima waktu, waktu dimulainya puasa, dan jam berbuka puasa Ramadan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Stori
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Stori
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Stori
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Stori
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Stori
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Stori
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Stori
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Stori
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Stori
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Stori
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Stori
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Stori
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Stori
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Stori
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau