Penulis
KOMPAS.com - Penutupan Selat Hormuz selalu menjadi ancaman ketika konflik atau peperangan melanda kawasan sekitar selat tersebut.
Menurut Aljazeera, Iran menjadi negara yang kerap mengeluarkan ancaman untuk menutup Selat Hormuz. Namun, demikian mereka tidak pernah merealisasikan penutupan itu.
Sebelumnya, wacana untuk menutup Selat Hormuz sudah disetujui oleh parlemen Iran menyusul serangan AS di fasilitas nuklir Iran.
Akan tetapi, penutupan Selat Hormuz oleh Iran masih akan bergantung pada keputusan resmi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Dalam sejarahnya, Selat Hormuz memang beberapa kali menjadi lokasi terjadinya insiden akibat konflik di Timur Tengah. Saat pecah perang Iran-Irak pada 1980-1988, petikaian kedua kubu mengancam keamanan Selat Hormuz.
Kala itu, Irak menargetkan kapal-kapal Iran. Adapun Iran turut menyerang pula kapal-kapal komersial, tak terkecuali kapal tanker minyak milik Arab Saudi dan Kuwait, serta kapal-kapal Angkatan Laut AS.
Pada 2007, ketegangan kembali terjadi di Selat Hormuz. Angkatan Laut Iran dan AS terlibat dalam satu pertempuran kecil. Insiden ini mencakup peristiwa saat speedboat Iran mendekati kapal-kapal perang AS, kendati tak ada kontak senjata.
Pada April 2023, pasukan Iran pernah menyita kapal tanker minyak mentah Advantage Sweet dari Chevron di Teluk Oman. Setahun kemudian, kapal itu dibebaskan.
Baca juga: Perang AS-Iran: Selat Hormuz, Jalur Penting Bersejarah
Ketegangan terbaru yang meningkat antara Iran, Israel, dan AS di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru terkait Selat Hormuz.
Perang Israel-Iran yang berkobar sejak awal Juni 2025 berpotensi mengancam Selat Hormuz.
Serangan Amerika Serikat terhadap Iran membuat negara Timur Tengah ini tak tinggal diam. Ancaman untuk menutup Selat Hormuz sudah dikeluarkan Iran.
Parlemen Iran bahkan telah menyetujui untuk penutupan Selat Hormuz, meski sampai saat ini belum dilakukan.
Serangan terhadap Iran merupakan intervensi AS dalam perang Israel-Iran yang tengah memanas.
Jika Selat Hormuz ditutup, jalur minyak dunia itu tentu berhenti sebagai dampak Perang Israel-Iran dan intervensi AS dalam konflik tersebut.
Lantas, kenapa Selat Hormuz sangat penting untuk pelayaran kapal-kapal tanker?
Baca juga: Sejarah Hubungan Yordania dan Israel: Terpaksa Berdamai karena Keadaan