Penulis
KOMPAS.com - Ketika kabar menyerahnya Jepang telah mulai tersiar di kalangan tokoh kemerdekaan Indonesia, Soekarno-Hatta kemudian melakukan proklamasi pada 17 Agustus 1945.
Proklamasi kemerdekaan Indonesia menandai akhir dari kekuasaan Jepang di tanah air. Namun, beberapa waktu sebelum proklamasi, Jepang diketahui telah menyusun rencana untuk memberi kemerdekaan kepada Indonesia.
Rencana Jepang memberi kemerdekaan untuk Indonesia mulai dibahas sekitar bulan Juli 1945. Jawa disebut akan memperoleh kemerdekaan lebih dulu.
Hanya saja, rencana tersebut urung terlaksana saat Jepang kian terdesak di Perang Dunia II usai dijatuhi bom atom.
Bagaimana kisah Jepang menyusun rencana untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia?
Baca juga: Perang Saipan 15 Juni-9 Juli 1944: Kekalahan Besar Jepang di PD II
Upaya Jepang untuk menyusun rencana memberikan kemerdekaan kepada Indonesia bermula dari situasi yang mulai tak mendukung mereka di Perang Dunia II.
Saat itu, Jepang sudah dalam keadaan terpojok di Perang Dunia II. Rangkaian kekalahan dialami oleh Dai Nippon di berbagai front peperangan.
Beberapa pulau strategis Jepang telah jatuh di tangan Amerika Serikat. Sebut saja Pulau Saipan (jatuh 9 Juli 1944) dan Pulau Iwo Jima (jatuh pada 26 Maret 1945).
Memasuki pertengahan 1945, Jepang tampak sendirian di Perang Dunia II. Aliansi mereka di Blok Poros, Jerman dan Italia, telah menyerah kepada Sekutu.
Praktis, perhatian negara-negara Sekutu di Perang Dunia II hanya tersisa di Asia, khususnya Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Kondisi itu menyebabkan Jepang dalam keadaan terkepung di pengujung Perang Dunia II.
Baca juga: Blok Poros dalam Perang Dunia II
Setahun sebelumnya, Jepang telah tersandera oleh janji kemerdekaan kepada Indonesia. Perdana Menteri Jepang Kuniaku Koiso menyatakan hal itu pada 7 September 1944 di sidang istimewa Teikoku Henkai ke-85 di Tokyo.
Pernyataan ini dikenal sebagai Janji Koiso. Janji Koiso merupakan respon Jepang yang tahu bahwa rakyat dan tokoh pergerakan Indonesia amat menginginkan kemerdekaan.
Janji itu direalisasikan secara bertahap pada 1945. Salah satunya adalah dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945.
Menurut M.C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (2010), Jepang sudah tak bisa lagi memikirkan kemenangan atau mempertahankan wilayah pendudukannya.
"Tujuannya di Indonesia kini adalah membentuk sebuah negara yang merdeka dalam rangka mencegah berkuasanya kembali Belanda, musuh mereka," tulis Ricklefs.
Baca juga: Wujud Janji Jepang kepada Bangsa Indonesia untuk Membantu Kemerdekaan