Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertempuran Balikpapan 1945: Awal dari Akhir Pendudukan Jepang

Kompas.com, 30 Juli 2025, 18:00 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

KOMPAS.com - Pertempuran Balikpapan yang berlangsung pada 1 hingga 21 Juli 1945 mengawali akhir dari pendudukan Jepang di Indonesia.

Pertempuran Balikpapan mempertemukan pasukan Sekutu yang dipimpin Australia dan tentara Jepang.

Peperangan ini terjadi di wilayah Kalimantan menjelang berakhirnya Perang Dunia II.

Aksi militer ini menjadi bagian rencana Sekutu untuk mengambil alih wilayah Kalimantan dari kendali Jepang.

Baca juga: Tragedi Jelang Kemerdekaan: Kisah Dr. Achmad Mochtar Jadi Kambing Hitam Jepang

Jepang dan Balikpapan sejak 1942

Balikpapan menjadi incaran Jepang karena potensi minyak bumi serta letaknya yang strategis. Jepang menduduki kota Balikpapan sejak 1942 setelah menaklukkan pasukan Belanda.

Mereka menguasai kilang minyak, pelabuhan, serta lapangan udara, yang mendukung logistik militer di Asia Tenggara.

Sejak itu, Sekutu beberapa kali melancarkan serangan untuk mengganggu posisi Jepang, namun belum mampu mengusir mereka sepenuhnya.

Setelah tiga tahun serangan sporadis, Sekutu akhirnya meluncurkan operasi berskala penuh sebagai langkah akhir untuk mengakhiri dominasi Jepang di Kalimantan.

Serangan dimulai pada 1 Juli 1945. Sekutu mengerahkan sekitar 100 kapal dan 30.000 personel yang dipimpin Mayor Jenderal Edward Milford.

Mereka mendarat di pesisir Balikpapan dan menghadapi pertahanan Jepang yang dipimpin Laksamana Muda Michiaki Kamada.

Jepang memperkirakan memiliki sekitar 8.400 hingga 10.000 tentara di kawasan itu.

Baca juga: Rencana Jepang Beri Kemerdekaan Indonesia: Jawa Dijadwalkan September

Kronologi Pertempuran Balikpapan 1945

Sekutu melancarkan Operasi Oboe sebagai bagian dari strategi militer di kawasan Pasifik.

Operasi ini dibagi dua, yaitu Oboe I di Tarakan dan Oboe II di Balikpapan. Oboe II merupakan aksi militer terakhir di medan Pasifik, berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pada pagi hari, 26 Juni 1945, sekitar 21.000 tentara Australia dari Divisi ke-7 bersiaga di kapal-kapal angkut sekitar 15 kilometer dari pantai Balikpapan.

Tepat pukul 08.00, armada laut Sekutu mendekat dengan formasi kipas dan mulai menggempur kota dari arah laut. Ledakan meriam mengguncang pesisir dan menimbulkan asap tebal yang menyelimuti Balikpapan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Stori
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Stori
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Stori
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Stori
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Stori
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Stori
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Stori
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Stori
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Stori
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Stori
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Stori
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Stori
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Stori
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Stori
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau