Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serangan Jepang ke Pearl Harbor 1941: Momen yang Memicu AS Terlibat dalam Perang Dunia II

Kompas.com, 7 Desember 2025, 12:30 WIB
Intan Maharani

Penulis

KOMPAS.com - Pada 7 Desember 1941, Jepang melancarkan serangan besar-besaran terhadap Pearl Harbor, sebuah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Hawaii. 

Serangan yang dilakukan dengan sangat terencana ini menjadi titik balik yang mengubah jalannya Perang Dunia II, yang sebelumnya hanya melibatkan negara-negara Eropa.

Aksi Jepang ini memperluas konflik tersebut ke Pasifik. AS, yang sebelumnya netral, akhirnya terlibat penuh dalam perang, membawa dampak besar bagi sejarah dunia.

Lantas, bagaimana latar belakang serangan ini bermula dan bagaimana dampaknya bagi PD II?

Baca juga: Serangan Pertama Jepang Sebelum Menguasai Asia: Bombardir Pearl Harbor

Latar belakang ketegangan Jepang dan Amerika

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Jepang sudah mulai terasa sejak akhir 1930-an, terutama dengan semakin intensifnya agresi militer Jepang di Asia. 

Dilansir dari laman resmi National Security Agency/Central Security Service, Jepang berusaha untuk memperluas wilayah kekuasaannya dengan menguasai negara-negara di Asia Tenggara. 

Pada saat itu, Jepang tengah terlibat dalam perang besar di China,

Namun, kebijakan ekspansi ini bertabrakan dengan kepentingan Amerika Serikat yang ingin menjaga stabilitas di kawasan tersebut. 

Adapun perhatian utama AS berkaitan dengan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan Jepang.

Untuk menekan ambisi Jepang, Amerika Serikat mulai memberlakukan embargo terhadap ekspor bahan baku penting, seperti minyak dan logam.

Padahal, saat itu Jepang memerlukan ekspor tersebut untuk kelangsungan perang mereka. Tindakan AS ini membuat Jepang merasa terancam dan semakin memperburuk hubungan kedua negara.

Pada 1940, Amerika Serikat memindahkan Armada Pasifik mereka dari San Diego ke Pearl Harbor, yang menambah ketegangan lebih lanjut antara kedua negara.

Baca juga: Pengeboman Pearl Harbor, Serangan Jepang yang Mengubah Sejarah

Rencana untuk menghancurkan pertahanan Pasifik AS

Melihat Amerika Serikat sebagai hambatan utama dalam ambisinya di Asia, Jepang merencanakan serangan terhadap pangkalan militer AS di Hawaii. 

Dilansir dari laman The National WW II Museum, tujuan utama serangan ini adalah untuk menghancurkan armada Pasifik Amerika yang berada di Pearl Harbor. 

Selain itu, serangan tersebut bertujuan menghalangi Amerika Serikat untuk melawan ekspansi Jepang lebih lanjut di Asia Tenggara. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Sejarah April Mop: Mengungkap Asal-usul Hari Prank Sedunia dan Lelucon Paling Ikonik dalam Sejarah
Stori
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Sejarah Kenapa Harga Batu Bara Bisa Mahal? Ini Faktor Global, Kebijakan, hingga Krisis Energi
Stori
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Penangkapan Pangeran Diponegoro 28 Maret 1830, Akhir Perang Jawa yang Bersejarah
Stori
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Apa Itu Lebaran Ketupat? Ini Sejarah, Tradisi, dan Filosofinya di Bulan Syawal
Stori
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Kenapa Iran Sering Disebut Negara Arab? Ini Fakta Sejarahnya
Stori
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Sejarah Pearl Harbor: Serangan Jepang yang Mengubah Arah Perang Dunia II
Stori
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Sejarah Halalbihalal di Indonesia: Dari Tradisi Jawa hingga Strategi Politik Soekarno
Stori
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Sejarah Hari Nyepi: Makna, Nilai, dan Rangkaian Upacara Tahun Baru Saka
Stori
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Mengenal Tawur Kesanga, Upacara Sebelum Nyepi yang Sarat Makna dan Filosofi
Stori
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Rudal Sejjil Iran: Sejarah Senjata Balistik yang Mengubah Kekuatan Timur Tengah
Stori
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Sejarah Sistem Teritorial TNI: Dari Perang Gerilya hingga Lahirnya Jabatan Kaster
Stori
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Sejarah Rudal: Dari Batu Ketapel Kuno hingga Senjata Mutakhir Iran dan Hizbullah
Stori
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Sejarah Istilah Mudik di Indonesia: Dari Tradisi Lama hingga Fenomena Sosial Lebaran
Stori
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Mengapa Lailatul Qadar Disebut Malam Kemuliaan? Ini 5 Alasan Keistimewaannya dalam Islam
Stori
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Sejarah Lailatul Qadar: Malam Kemuliaan yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Stori
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau