Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modus 'Ganti Kepala' dan Ancaman Pengambilan Organ Tubuh Menghantui PMI Ilegal di Kamboja

Kompas.com, 31 Maret 2026, 07:45 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com – Fenomena warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus tawaran kerja bergaji besar di luar negeri terus meningkat. Tak hanya 15 warga Palembang yang belakangan viral, ribuan warga dari berbagai daerah di Indonesia terindikasi mengalami nasib serupa di Kamboja.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Waydinsyah, mengungkapkan bahwa banyak WNI yang saat ini masih terjebak dan berharap bisa segera dipulangkan ke Tanah Air.

"Pada 2025 se-Provinsi Sumsel ada 262 orang yang sudah kita pulangkan. Sementara hingga 19 Februari 2026 sudah 53 orang yang berhasil kita pulangkan, dan sekarang kita fokus pada 15 orang ini. Di luar itu, artinya memang jumlahnya masih banyak," ujar Waydinsyah di Palembang, Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Kisah Warga Palembang Terjebak di Kamboja: Disiksa bila Kerja Tak Capai Target

Modus Perekrutan dan Jeratan "Ganti Kepala"

Waydinsyah menjelaskan, para pelaku TPPO menggunakan berbagai pola untuk menjaring korban. Umumnya, korban tergiur iming-iming keberangkatan gratis dan janji gaji tinggi. Selain lowongan kerja fiktif sebagai operator, pelaku juga kerap menggunakan modus tawaran perjalanan wisata ke Malaysia sebelum akhirnya diselundupkan ke negara tujuan.

Pihak BP3MI Sumsel mensinyalir adanya keterlibatan perekrut lokal di Palembang. Mirisnya, sebagian besar proses perekrutan justru dilakukan oleh orang terdekat atau teman korban sendiri atas dasar kepercayaan.

Dalam praktiknya, pekerja yang tidak mampu mencapai target kerja diwajibkan menyetor sejumlah uang. Jika gagal, mereka dipaksa mencari orang lain sebagai pengganti.

"Biasanya mereka mencari orang terdekat. Kalau tidak bisa merekrut (pengganti), ancamannya lebih parah, bahkan sampai dugaan pengambilan organ. Istilahnya 'ganti kepala'. Ini yang membuat banyak yang berangkat tapi tidak pulang," ungkap Waydinsyah.

Baca juga: Sempat Minta Tolong, 14 Remaja Palembang yang Terjebak di Kamboja Berhasil Pulang

Dipaksa Jadi Operator Love Scamming

Kamboja dikenal sebagai titik maraknya praktik judi online dan penipuan daring (online scamming). Di sana, para korban dipaksa bekerja sebagai operator untuk menipu orang lain melalui media sosial dan WhatsApp.

Salah satu modus yang paling sering digunakan adalah love scamming. Waydinsyah menceritakan ada seorang wanita yang pernah dipulangkan mengaku bisa menghasilkan hingga Rp 2 miliar dari hasil menipu.

"Korbannya disuruh chatting manis-manis, termasuk modus love scamming. Mereka berkomunikasi dengan orang Indonesia cukup lewat video call yang sudah diatur," tambahnya.

Kesaksian Korban, Disetrum dan Dicambuk

R, warga 7 Ulu Palembang, adalah salah satu korban yang berhasil pulang. Awalnya, ia ditawari temannya bekerja di Vietnam sebagai pegawai restoran dengan gaji besar. Namun, kenyataan pahit justru diterimanya saat tiba di lokasi.

"Karena anak-anak masih kecil dan ditawarin gaji besar, tentu saya tergiur dengan harapan bisa mengubah nasib," kata R saat ditemui di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (30/3/2026).
Bukannya kesejahteraan, R justru mendapatkan penyiksaan fisik jika tidak mencapai target kerja.

"Kalau dicambuk di pantat sudah sering sampai biru-biru. Pernah juga disetrum di badan. Kami kerjanya tim, saya bagian chatting love," tuturnya pilu.

Selama tujuh bulan bekerja, ia hanya menerima gaji untuk dua bulan sebesar 400 dollar AS atau sekitar Rp 6 juta.

Baca juga: Judi Online Beromzet Rp 7 Miliar di Apartemen Medan, Terafiliasi dengan Kamboja?

Senada dengan R, V, warga Palembang lainnya, memilih nekat melarikan diri pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat karena merasa akan dijual ke perusahaan lain.

Halaman:


Terkini Lainnya
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Deretan Prank April Mop Paling Ikonik di Dunia, dari Panen Spageti hingga Burger Kidal
Sumatera Selatan
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Kenapa Ada April Mop Setiap 1 April? Ini Sejarah dan Tragedi Lucu di Baliknya
Jawa Timur
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Pulau Sumatera dan Kepulauan Sekitarnya per 1 April 2026
Sumatera Barat
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Overthinking Sebelum Tidur, Mengapa Otak Lebih Berisik di Malam Hari? Ini Kata Psikolog
Banten
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Harga Emas Hari Ini 1 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik, Simak Daftar Terbaru di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina di Jawa Barat per 1 April 2026
Jawa Barat
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Promo Alfamart Hari Ini 1 April 2026, Ada Diskon 60 Persen di Tebus Suka Suka
Jawa Tengah
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Sulsel, Ini Daftar Lengkapnya
Sulawesi Selatan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Harga Emas Antam Hari Ini 1 April 2026 Naik Rp 75.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya di Awal Bulan
Kalimantan Barat
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Promo Indomaret Hari Ini 1 April 2026, Ada Tebus Murah Hemat 50 Persen
Jawa Tengah
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Promo FamilyMart Hari Ini, Bayar Suka-Suka untuk FamiCafé Beverage Regular
Jawa Barat
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Daftar Harga BBM Pertamina per 1 April 2026 di Jawa Timur
Jawa Timur
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Tarif Listrik Subsidi dan Non-Subsidi per 1 April 2026, Ada Kenaikan?
Kalimantan Barat
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Cuaca Ekstrem Picu Puting Beliung dan Longsor di Bekasi: 27 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Jawa Barat
Promo Superindo Hari Ini 1 April 2026, Buah Segar Harga Murah
Promo Superindo Hari Ini 1 April 2026, Buah Segar Harga Murah
Jawa Tengah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau