KOMPAS.com - Sejumlah peneliti dari Tel Aviv University, Israel, menemukan lampu LED yang dapat memancarkan sinar ultraviolet (UV).
Lampu LED dengan sinar UV tersebut diklaim bisa membunuh virus corona.
Dikutip dari laman Tel Aviv University, Senin (14/12/2020), para peneliti mengklaim temuan tersebut merupakan studi pertama mengenai efisiensi desinfeksi virus Covid-19 dengan UV LED panjang gelombang atau frekuensi berbeda.
Penelitian tersebut dipimpin Prof Hadas Mamane dari School of Mechanical Engineering, Tel Aviv University.
Baca juga: Klaster Covid-19 Bermunculan, Ini Cara Cegah Penularan Corona di Dalam Ruangan
Dalam penelitian, ditemukan bahwa panjang gelombang 285 nanometer dalam waktu kurang satu menit dapat menghancurkan lebih dari 99,9 persen virus corona.
Untuk mendapatkan panjang gelombang tersebut, cukup menggunakan bohlam LED 285 nm yang dapat disesuaikan untuk sistem robotik, AC, vakum, dan air.
Bohlam LED yang dapat dipasang pada berbagai perabot itu membuat disinfeksi permukaan dan ruangan yang lebih besar.
Prof Mamane berpendapat disinfeksi virus corona dengan UV LED lebih efektif dibandingkan dengan bahan kimia.
Baca juga: Update Corona Dunia 15 Desember: 73 Juta Kasus Infeksi | Kanada Mulai Vaksinasi
Alasannya, diperlukan waktu agar bahan kimia tersebut bekerja dengan maksimal di suatu barang atau permukaan.
Padahal, orang-orang seperti tenaga medis memerlukan waktu lebih cepat untuk segera menggunakan barang-barang untuk melakukan penanganan.
"Sistem desinfeksi dengan bohlam LED yang dipasang di ventilasi dan AC akan bekerja dengan mensterilkan udara yang masuk (ke dalam AC), kemudian udara yang bersih akan dikeluarkan kembali ke dalam ruangan," papar Mamane.
Baca juga: Pemerintah Didorong Realokasi Anggaran 2021 untuk Vaksinasi Covid-19 Gratis
Meski begitu, diberitakan Times of Israel pada Minggu (13/12/2020), Mamane menegaskan penggunaan bohlam LED ini berpotensi menghasilkan radiasi ultraviolet.
Sehingga, berbahaya apabila langsung dicoba orang awam untuk mendesinfeksi barang atau permukaan di dalam rumah.
Pengunaan UV LED untuk membunuh virus bukanlah hal baru, namun kebaruan dari penelitian yang dipimpin oleh Mamane ini adalah mengamati panjang gelombang supaya menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan.
Oleh karena itu, masih diperlukan pengaturan lebih lanjut supaya bohlam LED ini mampu bekerja maksimal membunuh virus dan meminimalisir kerugiannya.
Baca juga: Satgas Minta Tes Swab Covid-19 Dihemat, IDI: Tak Boleh jika untuk Contact Tracing